WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Aktor berbakat Erick Estrada kembali memberikan kejutan dalam karier seninya.
Kali ini, ia tidak berdiri di depan kamera untuk berakting, melainkan turun langsung ke balik layar sebagai sutradara.
Menariknya, project terbaru Erick bukan dilakukan di studio mewah, melainkan di dalam jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah.
Baca juga: Buka Lapangan Kerja, BI DKI Dorong Industri Film Jadi Motor Ekonomi Kreatif Jakarta
Melalui film pendek bertajuk 'NAPI: Pesan Dari Dalam', Erick menggandeng para warga binaan untuk menjadi aktor utama.
Film ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Erick, Kepala Rutan Surakarta Bhanad Shofa Kurniawan, serta seniman lokal Ki Agung Bakar Setiyoko.
Erick menegaskan bahwa karya ini lahir dari sebuah keresahan mendalam tentang bagaimana masyarakat memandang para narapidana.
Ia ingin membuktikan bahwa rutan bukanlah sekadar tempat penebusan dosa atau hukuman yang mematikan kreativitas.
"Di sini seluruh pemerannya adalah warga binaan yang dibimbing langsung seniman lokal Surakarta. Film ini memperlihatkan bahwa rutan adalah ruang untuk memanusiakan manusia. Ada proses membatik, perbengkelan, hingga meracik kopi di dalamnya," ujar Erick Estrada kepada awak media, Kamis (7/5/2026).
Kebebasan Berkarya di Tengah Keterbatasan
Pria kelahiran Surakarta berusia 39 tahun ini mengaku takjub dengan dedikasi para warga binaan selama proses syuting.
Meski raga mereka terkurung, semangat untuk belajar seni peran justru meledak-ledak.
Baca juga: Raditya Dika Bagikan Hadiah Rp 25 Juta untuk Orang yang Bikin Film Pendek Pakai Rasa
Erick melihat ada energi luar biasa ketika rasa bosan dan keresahan para penghuni rutan disalurkan menjadi sebuah karya seni yang produktif.
"Ketika mereka diberi kebebasan berkarya, hasilnya sangat luar biasa. Akting mereka jujur karena datang dari hati yang sedang berproses," ucap aktor yang besar lewat berbagai judul layar lebar ini.
Lawan Sanksi Sosial dengan Kemandirian
Erick menyadari tantangan terberat seorang mantan narapidana adalah saat kembali ke masyarakat.
Sulitnya mengurus SKCK hingga sanksi sosial yang melekat sering kali membuat mereka putus asa dan sulit mendapatkan pekerjaan formal.
Oleh karena itu, dalam proses produksi ini, Erick tidak hanya mengajar akting.
Ia membekali mereka dengan kemampuan public speaking hingga teknik menjadi influencer di era digital.
Tujuannya satu: agar mereka tidak lagi bergantung pada lowongan pekerjaan orang lain, melainkan mampu menjadi subjek ekonomi yang mandiri.
"Intinya pesan yang saya ambil adalah mantan napi ketika keluar harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Peluang untuk mandiri secara ekonomi itu nyata bagi mereka," tegas Erick dengan nada menyentuh.
Film 'NAPI: Pesan Dari Dalam' diharapkan menjadi pengingat bagi publik bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Melalui lensa kamera Erick Estrada, jeruji besi tak lagi tampak dingin, melainkan menjadi saksi bisu lahirnya harapan baru bagi mereka yang sedang berbenah diri.