Rabu (6/5/2026), saat matahari masih di atas kepala, kobaran api mengungkung truk tangki minyak dan bus ALS yang melaju ke arah Sarolangun, Jambi.
Di antara api dan asap yang membubung di sebuah sudut Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara itu, ada teriakan minta tolong.
Jeritan itu terdengar pilu, beradu kuat dengan kobaran api yang menyala besar.
Perlahan, jeritan itu kian tak terdengar, lalu lenyap di antara gemuruh api dan jerubu yang kian tebal menutupi pandangan.
TRIBUNJAMBI.COM, MURATARA -- Kamis (7/5/2026) pagi, tanah basah. Hujan turun menyirami bangkai dua kendaraan besar yang masih teronggok di pinggir Jalan Lintas Sumatra itu.
Bekas amukan si jago merah dalam peristiwa yang merenggut 16 nyawa itu masih terlihat. Bangkai kendaraan itu telah berubah warna, menghitam.
Deretan kursi-kursi yang bersusun 2-2 pada bus yang berangkat dari agen Kaligawe, Semarang, menuju Medan, hanya tinggal rangka.
Bagian depan bus yang telah beroperasi sekitar 25 tahun itu ringsek.
Bau asap masih tercium, bahkan setelah hujan reda. Rumput dan beberapa tanaman di sekitar lokasi juga ikut terbakar.
Ada sisa lelehan pada aspal akibat panas dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya.
Kemarin, 16 orang terkurung dalam api itu: 14 dari bus ALS dan dua dari truk tangki BBM milik PT Seleraya.
Kedua kendaraan terbakar setelah tabrakan terjadi sekitar pukul 12.39 siang.
Ledakan terdengar, memanggil orang-orang sekitar untuk datang.
Gemuruh api beradu kencang dengan jeritan minta tolong yang kemudian raib tanpa sempat tahu siapa tuannya.
Linda Alisa (25) melihat dengan mata kepalanya, bagaimana api mengubur orang-orang yang sedang dalam perjalanan itu.
Rumahnya berada tepat di depan lokasi kecelakaan.
"Sekitar jam 12 siang saya mau keluar rumah. Tidak lama kemudian terdengar suara ledakan, lalu api langsung membesar,” ujarnya.
Di antara gemuruh api dan ledakan pertama yang tepatnya entah dari mana, Linda mendengar suara minta tolong.
"Ada suara minta tolong, lalu terdengar ledakan lagi, setelah itu tidak terdengar lagi," katanya.
Warga setempat ramai-ramai datang, hendak menolong, bagaimana pun caranya.
Tiga orang berhasil dibawa keluar dari sana, lalu dievakuasi sebelum petugas datang ke lokasi.
"Tiga orang sempat dibawa pakai mobil warga," ucap Linda.
Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran kemudian datang dan melakukan penanganan.
Sekitar 30 menit berjibaku melawan api, hingga akhirnya padam. Namun, belasan orang tak selamat jiwanya, terpenjara dalam nyala yang merenggut nyawa.
Yang Linda lihat, suasana siang itu pilu nian. Warga syok.
"Banyak (jenazah) yang ini yang nggak utuh lagi. Dari jam berapa ke jam berapa proses evakuasi, kurang tahu," ujarnya.
Walakin, pemandangan itu berat untuk dilihat. Linda trauma, setelah melihat langsung proses evakuasi korban.
"Sampai sekarang masih merasa ngeri karena melihat kejadian itu dari awal sampai selesai,” katanya.
Sesaat setelah evakuasi korban, garis polisi dipasang.
Penyelidikan Polisi
Polda Sumatra Selatan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
Bus, saat itu melaju dari Lubuklinggau menuju arah Sarolangun, Jambi.
Ada lubang, sehingga sopir memutar kemudi. Namun, truk tangki BBM juga melaju dari arah sebaliknya.
"Keterangan kernet menyebutkan bus diduga menghindari lubang. Tapi itu belum bisa kami simpulkan. Karena itu kami datangkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dan siang ini tim dari Korlantas Polri juga akan turun melakukan pengecekan," kata Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Maesa Soegriwo,
Maesa bilang, hasil olah TKP nantinya akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan Korlantas untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Polisi menemukan sejumlah lubang jalan dengan kedalaman sekitar dua sentimeter di sekitar lokasi kejadian.
"Memang ditemukan banyak lubang di sekitar lokasi, ada di tengah, kiri, dan kanan jalan. Itu bisa saja menjadi faktor penyebab, tetapi tetap harus diperkuat dengan bukti lain,” ujarnya.
Selain faktor jalan, polisi juga mendalami kemungkinan pengemudi mengalami kelelahan atau microsleep.
Berdasarkan pemeriksaan awal, bus ALS berangkat dari Pati, Jawa Tengah, pada 2 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dengan sopir bernama Mali.
Bus kemudian mengambil penumpang di Semarang dan Tegal sebelum tiba di Lampung pada 4 Mei 2026.
Di Lampung, sopir berganti kepada Alip sekitar pukul 23.11 WIB sebelum melanjutkan perjalanan hingga kecelakaan terjadi pada 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
"Bisa jadi sopir mengalami kelelahan atau microsleep, tapi itu juga masih kami dalami dengan bukti-bukti lainnya,” jelas Maesa.
Polisi juga menyebut belum menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.
"Kami belum melihat adanya serpihan ataupun bekas rem di lokasi,” katanya.
Sementara terkait kebakaran hebat usai tabrakan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Sebanyak 16 jenazah korban kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Tim DVI sudah bekerja di Palembang. Mudah-mudahan identitas seluruh korban segera terungkap meski manifest penumpang sudah ada,” ujarnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian dari pihak bus terkait proses evakuasi penumpang saat kebakaran terjadi.
“Tadi kami tanyakan, di dalam bus memang ada alat untuk memecahkan kaca. Tapi semua masih kami dalami apakah ada kelalaian dari pihak bus atau faktor lainnya,” pungkasnya.
Tim Labfor Ambil Sampel di Lokasi
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel turut mengambil sejumlah sampel dari lokasi kecelakaan.
Kabid Labfor Polda Sumsel, Witriadi, mengatakan sampel yang diamankan berupa dua bungkus arang bekas kebakaran, satu botol cairan dari tangki, abu arang dari bus, serta swap untuk pemeriksaan forensik.
"Tadi bersama tim Ditlantas kami sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian kecelakaan.
"Dari hasil pemeriksaan, kami mengambil dua bungkus arang sisa kebakaran, satu botol cairan dari tangki, serta sampel arang dari bus berikut swipe dan pengecekan fisik,” kata Witriadi.
Menurut dia, seluruh barang bukti tersebut akan diuji di Laboratorium Forensik Polda Sumsel guna memastikan kandungan cairan maupun sumber pemicu kebakaran.
“Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan secara laboratoris di Bidlabfor Polda Sumsel. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada penyidik lalu lintas,” ujarnya.
“Pemeriksaan ini harus berdasarkan fakta dan hasil laboratoris. Karena itu kami perlu memberikan kepastian melalui uji forensik di laboratorium,” tambahnya.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan jenis cairan yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Kami hanya menyampaikan bahwa yang diambil adalah cairan dari tangki. Untuk memastikan secara spesifik kandungannya, nanti akan diketahui melalui peralatan di laboratorium forensik,” pungkasnya.
Tak Ada Korban Tujuan Jambi
Penjaga loket bus PO ALS di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, memastikan tidak ada korban asal Kota Jambi dalam kecelakaan maut tersebut.
Ucok, penjaga loket ALS, mengatakan bus yang mengalami kecelakaan merupakan armada lintas tengah Sumatera dan tidak masuk rute Kota Jambi.
"Bus itu rutenya lintas tengah Sumatera, jadi gak masuk Jambi. Kalau yang ke sini lewatnya lintas timur Sumatera," ujarnya.
Ia menyebut bus tersebut berangkat dari Pulau Jawa dengan tujuan akhir Medan, Sumatera Utara.
Kernet Lompat
Satu dari empat korban selamat dalam tragedi itu adalah Muhamad Fadli (29), kernet bus ALS asal Sibolga, Sumatera Utara.
Fadli berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui kaca depan bus saat api mulai membesar.
"Tabrakan itu tepat di bagian tengah, syukur saya tidak terjepit. Begitu saya lihat kaca depan pecah, saya langsung ambil keputusan untuk lompat," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (7/5).
Aksi Fadli kemudian diikuti tiga penumpang lain yang berada di dekatnya. Mereka berhasil keluar sebelum api melahap seluruh badan bus.
Meski selamat, Fadli mengalami luka di kedua betis dan lengan kirinya.
"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.
Fadli mengatakan bus berangkat dari Semarang menuju Medan pada 2 Mei 2026.
"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bus sempat mengalami gangguan selama perjalanan, namun masih bisa diperbaiki.
"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.
Korban Teridentifikasi
Dari 16 korban meninggal dunia, sebanyak 10 jenazah sudah terindentifikasi pada, Kamis (7/5/2026). Mereka adalah:
4 Korban Selamat
Dalam peristiwa itu, ada empat korban selamat, yakni:
Tiga dari empat korban masih dirawat di RSUD Rupit, sementara kernet bus ALS sudah diperbolehkan pulang.
"Untuk saat ini korban yang selamat masih dalam penanganan dokter RSUD di daerah di ruang ICU untuk memulihkan kesehatan," tutupnya.
Baca juga: Daftar 10 Jenazah Korban Tabrakan ALS Arah Jambi vs Truk di Muratara yang Teridentifikasi
Baca juga: Nanas dan Duka Istri Sopir Truk yang Tabrakan dengan Bus ALS Arah Jambi di Muratara
Baca juga: Sekda: Pencairan TPP ASN Provinsi Jambi Tinggal Satu Tahap Lagi
Baca juga: Ayah dan Anak hingga Kakak Beradik Terlibat Kasus Narkoba di Kerinci