BBM dan SPBU di Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Peringatkan Wali Kota dan Bupati Soal Kebijakan
Nia Kurniawan May 08, 2026 01:05 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran meminta kepala daerah di kabupaten dan kota se-Kalteng agar berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah antrean panjang kendaraan yang masih terjadi di sejumlah SPBU.


Antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebut menjadi perhatian pemerintah provinsi, termasuk upaya menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Baca juga: Temuan Mobil Modifikasi Tangki BBM di Palangka Raya Kalteng, Sidak SPBU Digelar


“Kami juga meminta Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Tengah agar tidak terlalu mudah membuat kebijakan yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar Agustiar usai menghadiri gala dinner dan ramah tamah perayaan syukur 25 tahun tahbisan uskup di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (7/5/2026) malam.


Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi terhadap antrean BBM di sejumlah daerah, termasuk di Kota Palangka Raya.


“Nah ini kami lagi memanggil pihak-pihak terkait ya. Kalau melihat penjelasan dari Pertamina, stok untuk Kalimantan Tengah itu cukup, harusnya tidak terjadi seperti ini,” katanya.


Selain melakukan koordinasi, pemerintah provinsi juga meminta adanya penambahan pasokan BBM harian untuk wilayah Kalimantan Tengah.


“Biasanya pasokan per hari itu 110 ribu KL. Sekarang kami minta dinaikkan menjadi 210 ribu KL,” ucapnya.


Pemprov Kalteng juga meminta agar penyaluran BBM subsidi diprioritaskan sejak pagi hari bagi masyarakat umum, sementara BBM non subsidi disalurkan mulai sore hingga malam hari.


Menurut Agustiar, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki pilihan saat membeli BBM sekaligus memudahkan pengawasan terhadap distribusi di SPBU.


“Dengan begitu, kami bisa memantau SPBU mana yang nakal dan akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.


Meski antrean masih terjadi di sejumlah SPBU, Agustiar mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.


“Ya dimohon kepada masyarakat jangan panic buying,” pungkasnya.


Kantor Pertamina Digeruduk


Kondisi antrean BBM yang masih mengular di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya memicu protes dari kalangan masyarakat. 


Sejumlah massa mendatangi kantor Pertamina untuk mempertanyakan klaim stok BBM yang disebut aman, di tengah banyaknya masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar.


Koordinator Aksi, Afan Safrian mengatakan, masyarakat mulai kebingungan karena harus mengantre panjang namun tetap tidak mendapatkan BBM.


“Masyarakat sini bingung juga kalau harus ngantri, tapi panjang banget. Bahkan sampai nggak kebagian jatah stok BBM,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Kamis (7/5/2026) malam.


Ia mempertanyakan pernyataan Pertamina yang menyebut stok BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman.


“Makanya saya pertanyakan statement Pertamina yang mengatakan stok BBM kita aman. Aman yang gimana yang mereka maksud itu? Kenapa SPBU masih antre panjang, masyarakat bahkan ada yang tidak mendapatkan juga,” katanya.


Menurut Afan, apabila stok benar-benar aman, seharusnya antrean panjang tidak terus terjadi di SPBU.


“Kalau aman kan otomatis masyarakat di SPBU tidak ada antrean, semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” lanjutnya.


Ia mengungkapkan, saat mendatangi kantor Pertamina, rombongan masyarakat awalnya hanya disambut petugas keamanan dan sejumlah pegawai.


“Saat kami tanyakan pimpinan regionalnya, mereka bilang lagi dinas di luar kota, di Balikpapan,” ujarnya.


Afan mengaku pihaknya kemudian meminta untuk melakukan komunikasi langsung dengan Sales Area Manager Retail Kalteng PT Pertamina Patra Niaga melalui sambungan video call.


“Tadi video call, beliau ada di hotel. Sedangkan masyarakat ini sudah kesusahan karena nggak dapat BBM,” katanya.


Menurutnya, dari hasil komunikasi tersebut, pihak Pertamina belum memberikan solusi konkret terkait kondisi antrean BBM yang terjadi saat ini.


“Mereka tetap kekeh mengatakan stok BBM aman. Tapi ketika kami minta data transparansi stok BBM per SPBU per hari, mereka nggak mau kasih,” ujarnya.


Ia mengatakan, alasan yang diberikan pihak Pertamina karena data tersebut dianggap bersifat privasi.


“Padahal masyarakat ingin tahu stok yang dibilang aman itu seperti apa,” katanya.


Ia menilai hingga saat ini belum ada langkah nyata yang dirasakan masyarakat untuk mengatasi kondisi antrean panjang BBM di Palangka Raya.


“Kalau pimpinan regional aja ada di luar kota, gimana ada langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.


Ia menyebut, pihaknya berencana kembali mendatangi kantor Pertamina pada hari berikutnya sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang terjadi.


“Kami tadi inisiasikan besok bakal menggelar lagi, menggeruduk kantor Pertamina,” pungkasnya.


(TRIBUNKALTENG.COM/ARAI NISARI)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.