Nelayan di Cilincing Ngeluh Harga BBM Naik: Kita Jadi Nggak Ada Lebihan, Dapet Capeknya Doang
Satrio Sarwo Trengginas May 08, 2026 01:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membuat penghasilan mereka semakin tertekan.

Biaya operasional melaut yang meningkat tidak sebanding dengan hasil tangkapan yang didapat.

Seorang nelayan asal Muara Gembong, Bekasi, yang sehari-hari juga melaut dari Cilincing, Hendi (40), mengaku kondisi saat ini membuat dirinya hanya bekerja tanpa mendapatkan keuntungan yang layak.

"Sekarang berat banget. Harusnya ada lebihnya jadi enggak ada. Jadi kayak dapet capeknya doang," kata Hendi saat ditemui di Kampung Nelayan Cilincing, Kamis (7/5/2026).

Menurut Hendi, kenaikan harga solar sudah terasa dalam dua pekan terakhir.

Harga yang sebelumnya sekitar Rp 12.000 per liter kini naik menjadi Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter di tingkat eceran.

Untuk sekali melaut dalam semalam, Hendi membutuhkan sekitar 13 liter solar.

Biaya tersebut belum termasuk kebutuhan lain seperti makan dan rokok selama bekerja.

Kondisi ini membuat pengeluaran nelayan membengkak, sementara hasil tangkapan tidak selalu menjanjikan.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, hasil melaut hanya cukup untuk menutup biaya bahan bakar.

"Kadang malah nendo, enggak dapat hasil. Jadi cuma buat bayar solar doang," ujarnya.

Tak hanya itu, harga ikan di pasaran juga mengalami penurunan.

Hendi menyebut harga ikan kembung yang sebelumnya berada di kisaran Rp 28.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 20.000 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, nelayan harus menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya operasional dan turunnya harga jual hasil tangkapan.

Meski begitu, Hendi tetap memilih melaut setiap hari karena tidak memiliki sumber penghasilan lain.

"Ya harus jalan terus, karena emang cari nafkahnya di situ," ucapnya.

Hendi berharap ke depan harga BBM bisa kembali turun dan harga ikan meningkat, sehingga nelayan bisa kembali mendapatkan penghasilan yang layak.

"Harapannya sih solar turun, harga ikan naik," pungkasnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Harus Terus Melaut Buat Bertahan Hidup, Nelayan di Cilincing Keluhkan Naiknya Harga BBM Kapal Ikan
  • Baca juga: Damkar Evakuasi Delapan Penumpang Kapal Nelayan yang Terombang-ambing di Perairan Kepulauan Seribu
  • Baca juga: Pemkot Jaktim Siapkan Insentif, Nelayan Antusias Tangkap Ikan Sapu-sapu

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.