TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta menggelar sekolah politik dan demokrasi untuk pertama kalinya, bertempat di gedung DPRD DIY, Kamis (7/5/2026).
Agenda ini untuk membangun iklim demokrasi yang lebih sehat di tengah banyaknya generasi muda yang apatis tentang politik. Sekolah politik dan demokrasi ini dibuka langsung Ketua DPRD DIY Nuryadi.
Nuryadi mengatakan mahasiswa menjadi generasi penerus, sehingga sekolah politik dan demokrasi diharapkan mengasah pehamanan demokrasi.
“Sehingga anak-anak ini yang mengganti kita semua dan kelak sudah benar sesuai iklim demokrasi Indonesia,” kata Nuryadi, seusai membuka kegiatan.
Dia juga menyampaikan para peserta sekolah politik dan demokrasi diharapkan bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat luar.
Nuryadi optimis bahwa kegiatan ini menepis stigma generasi muda yang dinilai apatis terhadap politik.
“Terbukti mereka gak alergi dengan lembaga DPRD. Saya kira kita masih ada harapan, mereka salah satunya. Dengan mahasiswa memahami politik bisa menyampaikan ke adik-adiknya,” tegas Nuryadi.
Sentara Sekretaris Umum HMI Cabang Yogyakarta, Nuri Abdul Azis tidak memungkiri masih banyak generasi Z yang apatis terhadap politik.
“Padahal poltii itu bukan barang yang kotor, tentang uang, jabatan, kekuasaan memperkaya diri dan sebagainya. Politik membawa negara ini lebih maju, bagaimana nasib bangsa ditentukan kebijakan politik yang ada,” ujarnya.
Oleh karenanya HMI menginisiasi ini sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pemahaman sejak dini.
Dia berharap para peserta angkatan pertama yang berjumlah 50 orang ini bisa menjadi duta demokrasi.
“Harapannya bisa menularkan ke orang lain bahwa politik bukan barang yang kotor. Mereka dari berbagai organisasi ada karangtaruna, bem se-DIY dan internal HMI,” terang dia.
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pada angkatan pertama ini, mereka menggandeng beberapa tokoh sebagai narasumber di antaranya Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan, Anggota DPR RI My Esty Wijayanti, serta akademisi Juang Gagah Mardhika. (hda)