Warga Sinyonyoi Kalukku Protes Dapur MBG, Rekrutmen Pekerja Dinilai Tak Prioritaskan Warga Lokal
Abd Rahman May 08, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga di Lingkungan Ranga-Ranga, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), memprotes keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai tidak memprioritaskan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.

Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran mayoritas pekerja di dapur MBG tersebut disebut berasal dari luar wilayah, sementara banyak warga sekitar masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Diketahui, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Mamuju Tengah.

Baca juga: Perkuat Keterbukaan Informasi, Kominfo Sulbar Serahkan Daftar Informasi Publik ke KI

Baca juga: Dari Sukarela hingga Jadi PPPK, Kisah Ariadi Mengabdi 13 Tahun sebagai Nakes di Mamuju Tengah

Lokasi dapur MBG tersebut berada di Jalan Lingkar Bandara Tampa Padang, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Salah seorang warga, Busriadi mengaku kecewa karena perekrutan tenaga kerja di dapur MBG dinilai tidak terbuka bagi masyarakat sekitar.

"Saya dan beberapa warga, baik pemuda maupun ibu-ibu, ingin bekerja di dapur SPPG itu. Tapi perekrutannya dilakukan secara diam-diam. Pekerjanya mayoritas warga dari luar Mamuju," ujar Busriadi kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, sebagai warga lokal, dirinya tidak pernah mendapat informasi terkait proses perekrutan karyawan SPPG tersebut.

Bahkan, Busriadi mengaku sempat beberapa kali mendatangi dapur MBG sebelum mulai beroperasi untuk mempertanyakan perekrutan tenaga kerja, namun tidak mendapat tanggapan.

"Hanya ada beberapa warga lokal yang dipekerjakan. Sebagian besar justru dari luar kampung. Padahal seharusnya yang diprioritaskan warga setempat dulu," katanya.

Sementara itu, Koordinator MBG BGN Sulbar, Firazh Ahmadilla mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

Menurutnya, relawan maupun pekerja SPPG seharusnya lebih banyak berasal dari wilayah sekitar dapur MBG.

"Kami konfirmasi terlebih dahulu pak, tapi jika benar, ini tidak dapat dibenarkan. Seharusnya relawan SPPG mayoritas dari dekat dapur," ujar Firazh saat dikonfirmasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.