Dari Sukarela hingga Jadi PPPK, Kisah Ariadi Mengabdi 13 Tahun sebagai Nakes di Mamuju Tengah
Nurhadi Hasbi May 08, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Perjuangan panjang seorang tenaga kesehatan (nakes) di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, akhirnya berbuah manis.

Ariadi (49), pria kelahiran 1977 yang mengabdi sejak 2010, resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2023.

Perjalanan kariernya tidak mudah.

Ariadi memulai pengabdiannya sebagai tenaga sukarela di Puskesmas Babana.

Baca juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Mateng Tetap Perpanjang Kontrak 368 PPPK Nakes hingga 2028

Setahun kemudian, ia diterima sebagai tenaga kontrak daerah.

Selama lebih dari satu dekade, Ariadi bertahan dengan status tenaga kontrak sebelum akhirnya diangkat menjadi PPPK saat bertugas di Puskesmas Salugatta, tempat ia mengabdi hingga sekarang.

Sempat Cari Pekerjaan Sampingan demi Kebutuhan Keluarga

Di balik semangat pengabdiannya, Ariadi mengaku kehidupan ekonomi keluarganya tidak cukup hanya mengandalkan gaji tenaga kontrak.

Gaji yang diterimanya saat itu belum mampu memenuhi kebutuhan istri dan tiga anaknya.

"Ndak cukup," kenang Ariadi dengan logat Jawa khas saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Kondisi tersebut membuat Ariadi harus mencari pekerjaan tambahan di sela-sela tugasnya sebagai tenaga kesehatan.

"Biasa ikut sama teman, ya yang penting bisa menutupi kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Kini, setelah resmi menjadi PPPK, Ariadi mengaku penghasilannya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Meski demikian, ia masih menyimpan harapan untuk bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di masa mendatang.

Kebahagiaan Ariadi semakin lengkap setelah Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah memperpanjang perjanjian kerjanya bersama 367 tenaga kesehatan lainnya hingga 2028.

Kebijakan tersebut disambut syukur oleh Ariadi dan rekan-rekannya.

Baginya, perpanjangan kontrak bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang tenaga kesehatan di daerah.

Kisah Ariadi menjadi bukti bahwa perjuangan dan kerja keras dapat membuahkan hasil.

Dari tenaga sukarela, kontrak daerah, hingga menjadi PPPK, seluruh proses dijalaninya dengan kesabaran dan komitmen melayani masyarakat.

Ia pun berpesan kepada tenaga kesehatan kontrak lainnya agar tetap semangat dan tidak menyerah dalam mengabdi.

"Yakin saja, setiap pengorbanan pasti ada jalannya menuju perubahan yang lebih baik," tuturnya. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.