Diperiksa Lagi oleh KPK Soal Kuota Haji, Gus Yaqut Singgung Nama Gus Ipul
Firmauli Sihaloho May 08, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026), mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninggalkan lokasi.

Ia pun menyampaikan pesan singkat yang mencuri perhatian.

Ketika hendak memasuki mobil tahanan KPK, Yaqut sempat melempar sapaan singkat kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, yang saat itu juga berada di Gedung KPK.

“Assalamualaikum, saya minta, salam buat Gus Ipul ya,” kata Yaqut.

Yaqut memilih hemat bicara saat awak media menyodorkan sejumlah pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.

Dia hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil tahanan.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Yaqut di Gedung KPK hari ini untuk proses perpanjangan masa penahanan.

“Perpanjangan dibutuhkan, karena penyidikan masih berprogres, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi,” kata Budi melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat.

Baca juga: Salah Pergaulan, Siswi SMA Jadi Korban Pencabulan Pria 21 Tahun di Rohil

Baca juga: Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki, Kemenhub Sebut Bus Tak Berizin

Gus Ipul Datangi KPK

Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Pantauan Kompas.com, Gus Ipul tiba di Gedung KPK pukul 09.32 WIB bersama Wamensos Agus Jabo Priyono, Sekjen, dan jajaran direktur di Kemensos.

Gus Ipul mengatakan, kedatangannya di KPK untuk berkonsultasi dan meminta nasihat terkait pengadaan barang dan jasa di Sekolah Rakyat.

“Silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” kata Gus Ipul kepada wartawan.

Gus Ipul mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum menemui pimpinan KPK.

Dia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pengadaan barang dan jasa kepada KPK sehingga terhindar dari praktik korupsi.

“Kebetulan kita juga sedang memulai pelaksanaan pengadaan pada tahun 2026, kita ingin program strategis bapak presiden khususnya sekolah rakyat tidak dikotori oleh praktik korupsi,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan, Kemensos terbuka untuk dilakukan pengawasan dan pengawalan terkait pelaksanaan barang dan jasa baik oleh BPK, BPKP, dan lembaga-lembaga non pemerintah.

“Nah nanti kita coba nasihatnya seperti apa akan kita tindak lanjuti,” ucap dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.