TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kera ekor panjang yang berkeliaran di permukiman Dusun Ampelgading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan meresahkan hingga menyerang seorang warga saat hendak ditangkap pada Kamis (7/5/2026) malam.
Ketua Pamswakarsa Bima, Tri Sumedi mengatakan, kera tersebut sudah terlihat berkeliaran selama dua hari di permukiman warga, di Green Valley Hotel. Satwa itu bahkan masuk ke warung warga dan menjarah makanan.
"Mungkin dia lapar dan masuk warung menjarah makanan di warung tersebut. Akhirnya, warga inisiatif ingin menangkap kera tersebut," tutur Tri.
Baca juga: Pemkot Semarang dan Aparat Sosialisasikan Identifikasi Pita Cukai 2026 dan Pemanfaatan DBHCHT
Namun saat hendak diamankan, kera tersebut justru menyerang warga.
Akibatnya, seorang warga setempat, Andi, mengalami luka gigitan dan cakaran di bagian lengan serta lutut.
"Yang terluka satu warga Ampelgading. Kondisinya sekarang sudah membaik," bebernya.
Menurutnya, kemunculan kera liar sebenarnya bukan hal baru di Bandungan Kabupaten Semarang. Bahkan kerap datang koloni kera ekor panjang.
Namun untuk kasus kali ini, hanya seekor kera ekor panjang. Pihaknya menduga satwa tersebut merupakan bekas peliharaan warga.
"Kami mengindikasikan ini bekas peliharaan karena ada bekas rawatan di leher seperti bekas ikatan," jelasnya
Setelah ditangkap, kera tersebut sementara diamankan di rumah warga sembari menunggu penanganan lebih lanjut.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan petugas pemadam kebakaran untuk evakuasi satwa tersebut.
• KABAR DUKA, Haerul Saleh Anggota BPK RI Meninggal, Korban Kebakaran di Rumahnya
"Kami koordinasikan dengan BKSDA. Tapi belum ada respon."
"Karena saya suruh ngisi link formulir pengaduan dan lain sebagainya. Ribet."
"Kami sedang koordinasi dengan Kepala Satpol PP dan Damkar, baru perjalanan mau diambil," jelasnya.
Meski situasi sudah kondusif, warga masih khawatir muncul kera lain. Pasalnya, selain menyerang warga, kera juga sempat merusak tanaman dan mengobrak-abrik warung.
"Kekhawatiran ada. Harapannya ini seperti indikasi kami ini monyet peliharaan, enggak ada koloni yang lain nanti yang bakal mencari temannya ini yang ditangkap," katanya. (*)