1 Korban Tewas dari Tegal, Ini Update Identitas Lengkap Korban Kecelakaan Bus Als Vs Truk Tangki
muslimah May 08, 2026 01:56 PM

 

TRIBUNJATENG.COM - Identitas seluruh korban kecelakaan maut bus ALS Vs truk tangki BBM di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan sudah terungkap.

Seperti diketahui kecelakaan tersebut menewaskan 16 orang. Selain itu ada 3 orang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan. 

Peristiwa pilu tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang.

Yang terbaru, dari 16 korban meninggal ternyata ada satu orang yang berasal dari Kabupaten Tegal.

Dia adalah Bakhrul Ulum, warga Desa Dermasandi, RT 13/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. 

Bakhrul Ulum berada di dalam bus bersama warga desa  Dermasandi llainnya hanya beda RT yakni Muhammad Fahrul Hubaidi yang berasal dari RT 11/RW 03.

Baca juga: "Pas Dia Berangkat Saya Kaget", Bakhrul Ulum Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS 

Berikut data lengkapnya:

Korban Meninggal

Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).

Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).

Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).

Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).

Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).

Relodo – Penumpang Bus ALS.

Zulkifli – Penumpang Bus ALS.

Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.

Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).

Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).

Celinton - Penumpang Bus ALS

Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS

Sukardi  -  Penumpang Bus ALS

Salim  -  Penumpang Bus ALS

Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS

Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS (warga Kabupaten Tegal)

TUNJUKAN FOTO: Kakak kandung korban, Misbah Sanjani, menunjukkan foto sang adik yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Sumatera Selatan, bertempat di kediaman masuk Desa Dermasandi, RT 13/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jumat (8/5/2026). Dari 16 orang korban tewas dalam kecelakaan tersebut satu di antaranya bernama Bakhrul Ulum yang hendak bekerja di warung ikan bakar di Padang. 
TUNJUKAN FOTO: Kakak kandung korban, Misbah Sanjani, menunjukkan foto sang adik yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Sumatera Selatan, bertempat di kediaman masuk Desa Dermasandi, RT 13/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jumat (8/5/2026). Dari 16 orang korban tewas dalam kecelakaan tersebut satu di antaranya bernama Bakhrul Ulum yang hendak bekerja di warung ikan bakar di Padang.  (TRIBUN JATENG/Desta Leila Kartika)

4 Korban Selamat

Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.

Jumiatun (35).

Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).

Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).

Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).

Kabid Dokkes Polda Sumsel mengimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rute perjalanan bus ALS tersebut untuk segera merapat ke RS Bhayangkara Palembang. 

Polda Sumatera Selatan resmi membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026).

Langkah ini diambil guna mempercepat identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara yang tiba di Palembang sekitar pukul  05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menjelaskan bahwa proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim medis. 

Hal ini dikarenakan mayoritas korban ditemukan dalam kondisi luka bakar serius yang menyulitkan pengenalan secara fisik. 

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga di dalam bus ALS tersebut untuk segera mendatangi Posko DVI. 

Keluarga diminta membawa data-data pendukung untuk proses identifikasi primer maupun sekunder, antara lain:

  • Identitas resmi (KTP/Kartu Keluarga/ijazah).
  • Data medis (hasil rontgen gigi, catatan medis, atau ciri fisik khusus).
  • Data profil DNA jika diperlukan.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.

"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.

Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.

"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.

Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.

"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.

Andrianto mengimbau, jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya, silakan menghubungi posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 (Dokpol).

"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," katanya.

Hingga Kamis pagi, dilaporkan sudah ada sekitar lima jenazah yang mulai mendekati hasil identifikasi pasti, termasuk pengemudi truk tangki bernama Aryanto dan sopir bus ALS bernama Alif.

Namun, pihak RS Bhayangkara menegaskan akan melakukan verifikasi saintifik secara menyeluruh sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," katanya menambahkan. 

Kronologi Kecelakaan

Menurut AKP M Karim, kecelakaan bermula saat Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

Saat melintas di lokasi kejadian di wilayah Kelurahan Karang Jaya, bus diduga menghindari lubang jalan hingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, mobil tangki R6 BG-8196-QB yang dikemudikan Aryanto datang dari arah berlawanan dan tabrakan tak terhindarkan hingga kedua kendaraan terbakar.

“Diduga mobil ALS menghindari lubang dan hilang kendali sehingga masuk ke jalur kanan,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.