TRIBUNJATENG.COM - Identitas seluruh korban kecelakaan maut bus ALS Vs truk tangki BBM di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan sudah terungkap.
Seperti diketahui kecelakaan tersebut menewaskan 16 orang. Selain itu ada 3 orang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan.
Peristiwa pilu tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang.
Yang terbaru, dari 16 korban meninggal ternyata ada satu orang yang berasal dari Kabupaten Tegal.
Dia adalah Bakhrul Ulum, warga Desa Dermasandi, RT 13/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Bakhrul Ulum berada di dalam bus bersama warga desa Dermasandi llainnya hanya beda RT yakni Muhammad Fahrul Hubaidi yang berasal dari RT 11/RW 03.
Baca juga: "Pas Dia Berangkat Saya Kaget", Bakhrul Ulum Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS
Berikut data lengkapnya:
Korban Meninggal
Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
Relodo – Penumpang Bus ALS.
Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
Celinton - Penumpang Bus ALS
Hisyamsiah Bachri - Penumpang Bus ALS
Sukardi - Penumpang Bus ALS
Salim - Penumpang Bus ALS
Budiyanto - Penumpang Bus ALS
Barhul Ulum - Penumpang Bus ALS (warga Kabupaten Tegal)
4 Korban Selamat
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.
Jumiatun (35).
Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
Kabid Dokkes Polda Sumsel mengimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rute perjalanan bus ALS tersebut untuk segera merapat ke RS Bhayangkara Palembang.
Polda Sumatera Selatan resmi membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini diambil guna mempercepat identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara yang tiba di Palembang sekitar pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.
Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menjelaskan bahwa proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim medis.
Hal ini dikarenakan mayoritas korban ditemukan dalam kondisi luka bakar serius yang menyulitkan pengenalan secara fisik.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga di dalam bus ALS tersebut untuk segera mendatangi Posko DVI.
Keluarga diminta membawa data-data pendukung untuk proses identifikasi primer maupun sekunder, antara lain:
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.
"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.
Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.
"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.
Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.
"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.
Andrianto mengimbau, jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya, silakan menghubungi posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 (Dokpol).
"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," katanya.
Hingga Kamis pagi, dilaporkan sudah ada sekitar lima jenazah yang mulai mendekati hasil identifikasi pasti, termasuk pengemudi truk tangki bernama Aryanto dan sopir bus ALS bernama Alif.
Namun, pihak RS Bhayangkara menegaskan akan melakukan verifikasi saintifik secara menyeluruh sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.
"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," katanya menambahkan.
Menurut AKP M Karim, kecelakaan bermula saat Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.
Saat melintas di lokasi kejadian di wilayah Kelurahan Karang Jaya, bus diduga menghindari lubang jalan hingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, mobil tangki R6 BG-8196-QB yang dikemudikan Aryanto datang dari arah berlawanan dan tabrakan tak terhindarkan hingga kedua kendaraan terbakar.
“Diduga mobil ALS menghindari lubang dan hilang kendali sehingga masuk ke jalur kanan,” ujarnya. (*)