TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Jelang Hari Raya Idul Adha, Bulog Tarakan memastikan stok beras, gula dan minyak di gudang tetap aman.
Data Bulog Tarakan saat ini, stok beras medium ada 1.200 ton dan beras premium 55 ton. Untuk gula 25 ton, minyak goreng 302 liter dan disalurkan khusus bantuan pangan 171 liter.
Dikatakan Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengungkapkan, penyaluran beras khususnya bantuan pangan masih berlanjut. Ada juga penyaluran 3 ton beras yang difasilitasi Anggota DPR RI menyasar masyarakat.
Terkait stok minyak goreng, Zamahsyari Afsolin mengakui, saat ini stok minyak goreng merek MinyaKita stok terbatas dan pihaknya tengah upayakan MinyaKita didatangkan kembali.
Baca juga: Usai Inspeksi Langsung di Pasar, Disperindag Malinau Sebut Stok MinyaKita Hanya Ada di Toko Mitra
"MinyaKita saat ini stoknya untuk dijual pasaran umum memang masih terdapat 203 liter. Memang stoknya terbatas. Kami masih meminta kembali tambahan stok supaya kebutuhan masyarakat atas minyak goreng itu bisa terpenuhi," ungkapnya.
Kepastian kedatangan MinyaKita menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas Bulog Tarakan mengupayakan terus berkomunikasi dengan Bulog Pusat supaya segera ada tambahan stok. "Namun untuk kepastian kapannya kami belum bisa memastikan," ucapnya.
Sebagai antisipasi kekosongan, Bulog juga mendatangkan minyak goreng premium. Untuk minyak goreng premium yang didatangkan dengan harga pastinya lebih murah dari pasaran.
"Untuk premium dari Bulog Rp22.100 per liter. Di pasaran Rp24.000-Rp25.000 per liter. Kalau dibandingkan HET MinyaKita yang dijual di pasar ke masyarakat Rp15.700, memang sangat jauh," bebernya.
Sementara itu, untuk penyaluran bantuan pangan ada beras dan minyak goreng. "Bantuan pangan ini berjalan, ada beras dan minyak goreng juga. Untuk stok bantuan pangan minyak goreng itu 171.000 liter," urainya.
Ia melanjutkan, mengupayakan tambahan stok supaya memang persediaan atau kebutuhan minyak atas untuk masyarakat itu bisa terpenuhi.
"Memang kondisi saat ini sangat terbatas. Untuk penyaluran minyak kami distribusikan ke Rumah Pangan dan kios-kios yang ada di pasar," jelasnya.
Berbicara pengawasan khusus lanjut Bulog Tarakan tentu akan menyasar mitra-mitra Bulog yakni kios pasar dan rumah pangan yang selama ini sudah kerja sama dengan Bulog. "Kami tekankan untuk menjualnya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)," tegasnya.
Selain di Bulog terdapat distributor lain. Adapun dari pasokan distributor lain, pihak Bulog Tarakan tentu tidak bisa ikut mengontrol.
"Kalau Bulog Tarakan sendiri kan kuotanya 35 persen. Selebihnya 65 persen itu didistribusikan ke distributor lain. Sehingga untuk Bulog secara penuh menekan harga itu juga kurang bisa. Kami hanya bisa mengontrol RPK dan kios-kios yang bekerja sama dengan Bulog saja," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah