Persebaya Surabaya Tanpa Arief Catur, Lini Belakang Diuji saat Lawan Persis Solo
Adrianus Adhi May 08, 2026 03:32 PM

SURYA.co.id - Persebaya Surabaya dipastikan kehilangan bek andalan Arief Catur Pamungkas saat melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (9/5) malam. Absennya sang pemain karena akumulasi kartu kuning menjadi ujian penting bagi Bajol Ijo.

Arief Catur Pamungkas resmi terkena sanksi larangan bermain setelah mengoleksi tujuh kartu kuning sepanjang musim Super League 2025/2026. Tiga kartu kuning terakhir diterimanya dalam tiga laga berbeda, sehingga masuk fase akumulasi berikutnya.

Kartu kuning pertama dalam fase ini didapat saat Persebaya kalah 0-3 dari Persija Jakarta pada pekan ke-27. Ia diganjar kartu pada menit ke-34.

Setelah itu, Arief kembali menerima kartu kuning ketika Persebaya menang 2-0 atas Malut United pada pekan ke-29. Kartu tersebut keluar di menit ke-59.

Akumulasi lengkap terjadi saat Persebaya menghajar PSBS Biak 4-0 pada pekan ke-31. Arief kembali diganjar kartu kuning pada menit ke-29 sehingga total koleksinya mencapai tujuh.

Aturan ILeague menegaskan, pemain yang mengoleksi empat kartu kuning dalam empat laga berbeda akan terkena sanksi larangan bermain satu pertandingan.

Hukuman yang sama berlaku pada setiap tambahan tiga kartu kuning berikutnya dalam tiga laga berbeda. Arief kini masuk dalam kategori tersebut.

Absennya Arief menjadi tantangan bagi lini belakang Persebaya. Ia dikenal sebagai bek yang konsisten menjaga kedalaman pertahanan.

Bonek pun menyoroti absennya sang bek. Mereka berharap Persebaya tetap solid meski kehilangan salah satu pilar pertahanan.

Kondisi Terbaru Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya sedang dalam tren positif dengan tiga kemenangan beruntun. Bajol Ijo mencatat 10 gol tanpa kebobolan dalam periode tersebut.

Francisco Rivera menjadi top skor dengan 12 gol, sementara Milos Raickovic bangkit dengan performa konsisten. Bruno Moreira juga memberi dampak besar meski sempat dirumorkan hengkang.

Absennya Arief Catur menjadi ujian bagi lini belakang. Kombinasi Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski diprediksi akan menjadi tumpuan di laga melawan Persis Solo.

Persebaya kini berada di posisi kelima klasemen dengan 51 poin dari 31 pertandingan. Mereka tertinggal dua poin dari Malut United di posisi empat.

Tiga laga tersisa akan menentukan peluang Bajol Ijo finis di empat besar. Lawan yang dihadapi adalah Persis Solo, Semen Padang, dan Persik Kediri.

Tavares menilai laga melawan Persis Solo akan menjadi ujian berat. “Pertandingan seperti ini paling sulit karena lawan bermain dengan mempertaruhkan hidup mereka,” katanya.

Suporter Bonek tetap memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka di stadion maupun media sosial menjadi energi tambahan bagi tim.

Pemain muda seperti Toni Firmansyah juga mendapat sorotan. Konsistensinya di lini tengah membuat Tavares memuji kontribusinya.

Momentum positif ini diharapkan berlanjut hingga akhir musim. Persebaya ingin menutup kompetisi dengan catatan terbaik di bawah asuhan Tavares.

Rivera menegaskan komitmennya. “Kami akan bekerja keras lagi. Kami perlu fokus hingga kompetisi selesai. Tinggal tiga pertandingan, dua away dan satu laga kandang,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.