TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Situasi jalan Nusantara di KM12, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (8/5/2026) semula tampak biasa saja hingga sekira pukul 10.00 WIB.
Bunyi hantaman benda keras menyita perhatian warga sekitar di sana.
Sumber suara tersebut rupanya kecelakaan maut di Tanjungpinang yang melibatkan satu unit Toyota Fortuner Hitam dengan sepeda motor.
Seorang pengendara motor dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
Belum diketahui pasti identitas pengendara motor yang memakai kaos hitam serta celana training dengan list kuning tersebut.
Namun dalam video dan foto yang diterima TribunBatam.id, kondisi pemotor itu tampak mengenaskan.
Sejumlah komponen sepeda motor mulai dari bodi motor, jok hingga lampu tampak berserakan di jalan, termasuk ponsel yang dibawa korban.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si melalui Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Wery Wilson mengungkap jika kedua kendaraan yang terlibat lakalantas di Tanjungpinang sudah dibawa ke Polresta Tanjungpinang.
Polisi masih menyelidiki kecelakaan maut di Tanjungpinang ini.
"Untuk jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit. Nanti kami sampaikan lagi jika proses penyelidikan telah selesai," ucapnya.
Informasi yang dihimpun, kendaraan Toyota Fortuner datang dari arah Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri menuju arah Hotel Aston.
Sementara sepeda motor datang dari arah sebaliknya.
Meski kendaraan yang terlibat tabrakan telah dievakuasi polisi, jejak benturan keras masih jelas tertinggal dan terlihat nyata di sepanjang badan jalan dan sisi jembatan.
Di aspal yang masih basah bekas pembersihan, terlihat berserakan berbagai macam sisa komponen kendaraan.
Mulai dari pecahan kaca, potongan bodi motor yang hancur, serpihan suku cadang kecil yang tercecer hingga ke pinggir bahu jalan.
Di tengah jalan, tampak jelas garis-garis berwarna putih yang digambar tim penyidik kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Garis sketsa itu dibuat dengan rinci untuk menandai posisi awal kendaraan, arah datangnya kendaraan, hingga titik jatuhnya korban terpental akibat tabrakan.
Sketsa sederhana tersebut seolah menceritakan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi pagi tadi.
Bekas gesekan ban yang panjang dan noda-noda di permukaan jalan, semakin menegaskan kejadian berlangsung sangat cepat dan tak terelakkan.
Posisi kejadian yang berada tepat di atas jembatan, dengan lebar jalan yang cukup terbatas, membuat dampak kecelakaan terasa semakin mengerikan.
Pengendara yang melintas pada umumnya mengurangi kecepatan laju kendaraan untuk melihat secara langsung kondisi jalan usai kecelakaan.
Beberapa pengendara terlihat mengamati garis dan serpihan sparepart kendaraan yang berserakan di badan jalan.
Bekas darah segar juga masih terlihat menempel di aspal.
"Itu masih terlihat jelas jejak-jejaknya. Apalagi garis putih yang digambar anggota Satlantas Polresta Tanjungpinang itu. Jadi terbayang bagaimana posisi mereka saat bertabrakan tadi pagi," ujar seorang pengendara, Kevin.
Kecelakaan ini menyita perhatian pengendara dan warga setempat.
"Tadi jalanan sempat macet beberapa menit, habis itu normal lagi," ujarnya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)