Khofifah Yakin Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan Nasional di Tengah Krisis Iklim 
Wiwit Purwanto May 08, 2026 07:32 PM

 

Gubernur Khofifah Optimis Produksi Padi Jatim Naik 5 Persen, Lirik Peluang Ekspor Beras ke Mancanegara

 

SURYA.CO.ID, MADIUN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis produksi padi dan beras Jatim akan terus naik di tahun 2026. 

Bahkan ia mengungkap, sesuai perhitungan awal, produksi padi Jatim diprediksi akan naik hingga 5 persen.

Berdasarkan rilis BPS tanggal 4 Mei 2026, potensi produksi padi Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG, atau meningkat sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim,” kata Khofifah usai memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam yang dilakukan di Desa Gading, Kec. Balerejo, Kab. Madiun, Jumat (8/5/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan berdasarkan data Angka Tetap BPS Tahun 2025, Jatim mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). 

Angka ini meningkat 12,60 % dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton. 

Selalu Surplus Setiap Tahun

Produksi padi dan beras setiap tahun selalu surplus dibandingkan angka kebutuhan dan cukup untuk setahun ke depan.

Baca juga: Kreatif, Siswa SMAN Ploso Jombang Gelar Panen dan Kuliner Nusantara

Karena surplus padi dan beras, Gubernur Khofifah mengaku hal oni menjadi sinyal positif untuk upaya ekspor beras ke mancanegara. 

Oleh sebab itu, guna mendukung produksi Gubernur Khofifah menekankan pentingnya Modernisasi Alat Dan Mesin Pertanian (Alsintan) di berbagai wilayah di Jawa Timur. 

Hal ini juga dirasa sejalan dengan fakta bahwa Jatim memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia. 

Modernisasi Alsintan menjadi bagian yang sangat penting seperti penggunaan transplanter, rotavator, drone sprayer hingga Combine Harvester.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemprov Jatim guna mendorong kedaulatan pangan berkelanjutan. 

Baca juga: Kang Marhaen Ikut Panen Bawang Merah, Penopang Ekonomi Nganjuk 

Diantaranya adalah melakukan percepatan tanam pada lahan-lahan yang sudah selesai panen dengan memanfaatkan benih unggul bersertifikat yang tahan kekeringan. 

Optimalisasi Alsistan

Kemudian mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian atau alsintan agar proses panen, olah tanah, hingga tanam kembali dapat berjalan lebih cepat dan efisien. 

Yang ketiga adalah menyusun pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi perubahan iklim serta keempat, memperkuat pengelolaan irigasi melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan perpompaan, serta optimalisasi sumber air.

Dan upaya kelima adalah memperkuat sistem pelaporan cepat apabila terjadi bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman.

“Terima kasih semuanya semua yang sudah berikhtiar untuk melakukan percepatan masa tanam. Para petani  semua adalah para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa, para petani para Gapoktan yang luar biasa menjadikan Jawa Timur ini produksi pangannya tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.