Pemkab Bantul dan DPR RI Dorong Peningkatan Peran 700 KWT
Yoseph Hary W May 08, 2026 10:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mendorong peningkatan peran kelompok wanita tani (KWT) untuk berkontribusi dalam pemenuhan sayur mayur. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan, saat ini terdapat 700 KWT yang tersebar di 75 kalurahan atau 17 kapanewon di Bumi Projotamansari.

"KWT kita memiliki berbagai macam usaha, baik budidaya sayuran, hortikultura, maupun olahan pangan," katanya, kepada wartawan, saat meninjau produk KWT di kompleks perkantoran Manding II Kabupaten Bantul, Jumat (8/5/2026).

Kurangi pengeluaran

Dikatakannya, kehadiran KWT tidak semata-mata sebagai peningkatan ekonomi, namun juga untuk mengurangi pengeluaran. Artinya, walaupun tidak bisa dijual, tetapi bisa dikonsumsi sendiri.

"Umpamane (misalnya) sayuran, kalau enggak bisa dijual itu bisa ditukar untuk dikonsumsi sendiri. Jadi, sayurannya ditukar sama tahu, sama tempe, atau sebagainya," ujar dia.

Untuk mengoptimalkan potensi KWT, pihaknya turut melakukan berbagai upaya termasuk pemberian bantuan bibit dan sebagainya. 

"Kami berharap, ke depan jumlah KWT 933. Jadi per dusun atau padukuhan di Bantul ada satu KWT," harap Joko.

Peran strategis

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menilai, KWT memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga maupun daerah.

"Tidak hanya menjadi penggerak pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian, KWT juga telah tumbuh menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis gotong royong, kreativitas, dan kemandirian," jelasnya.

Kabupaten Bantul sendiri terus berupaya memperkuat sektor pertanian yang berkelanjutan melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan produk olahan pertanian.

"Kami percaya, kemajuan pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, termasuk peran aktif kaum perempuan," paparnya.

Naik kelas

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyebut, peran KWT sangat strategis, tidak hanya dalam kegiatan menanam dan produksi pangan, tetapi juga dalam memperhatikan pemenuhan gizi anak-anak dan keluarga.

"Di Kabupaten Bantul, potensi perkembangan KWT sangat besar sehingga harus terus didorong agar KWT dapat naik kelas, berkembang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing," jelas dia.

Lebih lanjut, sepanjang tahun 2025, berbagai aspirasi telah disalurkan di wilayah Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul. Salah satu bentuk aspirasi tersebut adalah bantuan ayam petelur kepada KWT. 

Dalam bantuan itu, setiap KWT mendapatkan bantuan berupa 600 ekor ayam petelur, pakan, serta kandang. Hasil telur dari program tersebut diharapkan dapat menambah pendapatan kelompok dan juga menjadi suplai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Yang utama adalah kegiatan KWT harus terus berkelanjutan, aktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap sektor pangan dan pertanian," tandasnya.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.