POS-KUPANG.COM, RUTENG - Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST, M.Eng, memberikan harapan kepada dua guru besar Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, ranting ilmu/kepakaran: Sosiologi Agama/Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd. ranting ilmu/kepakaran: Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar/Asesmen Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar
Dalam sambutannya yang berlangsung di Aula GUT Lantai 5 Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat 8 Mei 2026, Prof. Dr. Adrianus Amheka, menyampaikan selamat bagi Prof. Dr. Maksimus Regus sebagai Profesor ke-4 dan Prof. Sabina Ndiung sebagai Profesor ke-5 di Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng
Menurutnya, Prof. Maksimus adalah satu-satunya Tokoh Agama Katolik dan Kristen di NTT yang berjabatan Akademik Profesor dan Uskup Pertama bergelar Profesor di NTT.
"Ini suatu prestasi dan kebanggaan kita bersama," ungkapnya.
Sementara itu, kata Prof. Adrianus, Prof. Sabina adalah Professor yang telah memberikan dedikasi berkualitas bagi bidang ilmu Pendidikan Matematika, khususnya Asesmen Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar yang cukup sedikit di NTT
Prof Adrianus, juga menerangkan, pengukuhan guru besar dalam bentuk Rapat senat terbuka yang sudah menjadi akar tradisi dalam akademik yang dilakukan sebagai bagian dari menghormati jabatan tertinggi Akademik dari seorang Dosen dalam komunitasnya termaksuk di tengah masyarakat.
Sekaligus tradisi untuk menjaga kewibawaan akademik kampus salah satu prosesinya melalui orasi ilmiah yang sudah di sampaikan Profesor Maksimus dan Prof. Sabina dimana mempresentasikan penelitian, prestasi, dan fokus akademiknya di masa depan atau sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik Professor melalui diseminasi riset terdepan dan berdampak faktor yang dirujuk oleh para kolega ilmuan dunia dibidang ilmu yg relevan dengan ranting ilmu Professor yang dikukuhkan.
Tradisi ini juga sekaligus dalam menjaga kehormatan dan kewibawaan dunia kampus, khusuusnya kampus Unika Santu Paulus Ruteng. Melalui capaian karir terbaik dari seorang dosen yang memberikan dampak mutu kelembagaan secara signifikan, serta dampak sosial bagi kampus yaitu kepercayaan masyarakat terhadap kualitas SDM di kampus tersebut.
Prof Adrianus juga menyampaikan terima kasih kepada Romo Rektor Agustinus Manfred beserta Ketua dan segenap Anggota senat yang sangat menjaga ekosistim kualitas SD Dosen melalui dukungan dalam mencapai gelar akademik tertinggi. Saat ini ditandai dengan Professor Aktif terbanyak ada di Unika Santu Paulus Ruteng, 5 orang Professor Aktif sesuai ketentuannya.
Karena itu, Prof Max berharap, melalui capaian Prof. Maksimus, akan memperkaya pengetahuan mengenai agama dan kemasyarakatan dalam prilaku sosial keberagaman budaya yang akhir-akhir ini sangat diperlukan wawasan tersebut dalam kehidupan dimanika sosial budaya.
Sedangkan untuk Prof. Sabina, memberikan dampak signifikan bagi pembelajaran pada penanaman konsep dasar, logika, serta kemampuan pemecahan masalah secara sistematik yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
Ke depan bidang ilmu ini menjadi bagian penting dalam compact world, dimana fenomena alam yang ditransformasi dalam bentuk variabel untuk mengukur optimalisasi pemecahan masalah dalam matematis— sebagai bagian dari proyeksi SD yang berdampak melalui produksi manusia unggul berkualitas.
"Profesor sebagai pemimpin akademik/ Academic Leader adalah Dosen profesional dan ilmuwan yang bertugas mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni melalui Tri Dharma PT yang bermanfaat bagi masyarakat,"ujarnya.
Lanjut Prof Adrianus, Profesor yang adalah seorang Pemimpin akademik, juga adalah panutan masyarakat akademik dalam membangun, menegakkan, dan menjaga nilai serta kebijakan akademik, baik melalui memberikan pembinaan integritas moral dan etika dalam sivitas akademika. Memberikan arah pengembangan keilmuan dan juga wajib menjalankan kode etik di lingkungan kampus. Dan menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai akademik dan kebangsaan.
Prof Adrianus juga mengatakan, Pemerintah melalui Kemendiktisaintek Menteri Prof. Brian Yuliarto, telah meneribitkan berbagai kebijakan strategi sehingga tidak ada perbedaan antara Dosen Swasta dan Dosen PNS dalam pengembangan kapasitas dan kapabilitas karir dosen. (rob)