Mirip Kasus Yana Cadas Pangeran, Pria yang Dilaporkan Hilang di Kuningan Tetiba Ditemukan di Pacitan
taufik ismail May 08, 2026 10:11 PM

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Setelah beberapa hari dilakukan pencarian oleh tim gabungan, misteri hilangnya Parmo (48), warga Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, menemukan titik terang. 

Kasus hilangnya Parmo hampir mirip dengan Yana Cadas Pangeran yang menimbulkan kisah oray koneng. 

"Iya, Pak Parmo berada di Pacitan pas hari ke lima dari laporan kehilangan. Kemudian, kami selama tiga hari melakukan pencarian hingga diberhentikan," kata Kepala Pelaksanaan BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, Jum'at (8/5/2026).

Informasi ditemukan Parmo di Pacitan, Provinsi Jawa Timur, kata pria yang akrab disapa Ibe ini, ada salah satu warga Desa Ragawacana, yang berada di daerah Pacitan dan melihat Parmo. 

Terpisah, Maman (60) warga Kuningan mengaku sangat prihatin dengan tindakan Parmo yang sempat menghebohkan.

"Tindakan Pak Parmo ini sudah meruntuhkan kredibilitas paranormal kalau begini. Apa bedanya Parmo dengan Yana Cadas Pangeran, yang dinyatakan hilang tahunya ada di tempat lain," kata Maman lagi. 

Sekedar informasi, pria berinisial P (48) yang juga warga Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, dikabarkan hilang.

"Betul kang, sudah memasuki hari ketiga pencarian dan sekarang melibatkan tim gabungan untuk menemukan seorang pria yang diduga tenggelam di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya belum membuahkan hasil," ucap Maman yang juga warga setempat saat berada di lokasi kejadian, Selasa (5/5/2026). 

Diketahui P (48), warga Blok Manis, RT 3/1, dilaporkan hilang sejak Minggu malam (3/5/2026).

"‎Peristiwa bermula ketika korban berangkat ke sawah di Blok Sawah Bojong pada Minggu (3/5/2026) untuk mencari rumput pakan ternak. Namun, hingga menjelang malam korban tak kunjung pulang," katanya. 

Selain keluarga yang melakukan pencarian awal, sejumlah warga pun melakukan hingga menemukan barang-barang milik korban di lokasi, antara lain, pakaian, tas, dan celana panjang, handphone (HP), sabit, sajadah yang sudah digelar dan karung berisi rumput.

Indra Bayu Permana menyebutkan pencarian korban dilakukan dan laporan hilangnya korban, Minggu  (3/5/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. 

"‎Pencarian intensif telah dilakukan sejak Minggu malam oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD TNI, POLRI, Damkar, hingga relawan dan masyarakat setempat," katanya.

‎Minggu (3/5/2026), Tim melakukan pencarian darat di kedua sisi pinggir sungai di sekitar lokasi penemuan barang korban operasi dihentikan sementara pukul 23.00 WIB karena kondisi malam yang tidak memungkinkan. 

Pencarian dilanjutkan pada Senin, (4/5/2026) pukul 08.00 WIB dengan melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dari titik nol ke arah hilir. Namun, upaya Pencarian kembali tidak membuahkan hasil.

‎Selasa, (5/5/2026), strategi pencarian mengalami perubahan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, kecil kemungkinan korban terbawa arus sungai. Hal tersebut mempertimbangkan kondisi sungai yang relatif dangkal, berbatu, sempit, serta tidak memiliki arus deras. 

"Atas dasar itu, fokus pencarian pun dialihkan sepenuhnya ke penelusuran darat di sekitar area persawahan, kebun, serta titik-titik yang dinilai berpotensi.

‎"Hingga hari ini pukul 15.00 WIB, korban masih belum ditemukan keberadaannya," ujar Indra Bayu Permana lagi. 

Ia menjelaskan bahwa pencarian diberhentikan sementara atas dasar rapat koordinasi dengan pihak keluarga, pemerintah desa, serta aparat kepolisian.

"Pencarian akan kembali dilanjutkan apabila ditemukan informasi tambahan atau titik terang baru, terutama dari hasil investigasi dan penelusuran lebih lanjut," katanya.

Baca juga: 3 Hari Menghilang Tanpa Jejak, Pria di Kuningan Belum Ditemukan, Pencarian Beralih ke Darat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.