Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS, Tim DVI Temukan 2 Jenazah Berpelukan, 1 Korban Diduga Balita
Odi Aria May 09, 2026 09:48 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Fakta baru terungkap dari proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang menemukan dugaan dua jenazah berada dalam satu kantong jenazah dan diduga dalam posisi saling berpelukan saat kejadian.

Karumkit RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi, mengatakan awalnya tim menerima 16 kantong jenazah yang diduga berisi 16 korban meninggal dunia.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan total 17 jenazah.

“Jadi kemarin kita sampaikan ada 16 kantong jenazah yang datang, diduga 16 jenazah. Ternyata temuan hari ini ada 17 jenazah. Jadi satu kantong ada dua body part ditemukan, diduga dua body part itu sedang berpelukan,” kata dr Budi dalam konferensi pers, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, dua body part tersebut terdiri dari satu korban dewasa dan satu korban yang diduga anak berusia di bawah lima tahun.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin kedua korban tersebut karena proses identifikasi masih berlangsung.

“Belum bisa saya sampaikan, tetapi satu kantong itu ada dua body part potongan tubuh,” ujarnya.

Hingga Jumat malam, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut itu mencapai 18 orang.

Sebanyak 17 korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.

Selain itu, tim DVI juga menemukan fakta lain terkait identifikasi korban.

Sebelumnya, pihak keluarga menyebut ada dua penumpang laki-laki yang mengenakan kalung identik.

Namun dari hasil pemeriksaan post mortem, jenazah yang ditemukan memakai kalung justru terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.

“Dari foto korban laki-laki berdasarkan ante mortem ada yang memakai kalung identik. Namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan. Kami tim DVI belum dapat memastikan jenazah tersebut,” jelas dr Budi.

Saat ini sebanyak 16 sampel DNA korban telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri melalui jalur udara untuk proses pencocokan identitas.

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat lima hari hingga maksimal dua pekan mendatang.

Sementara itu, sampel dari kantong jenazah yang berisi dua body part rencananya akan dikirim menyusul.

“Untuk kantong jenazah yang isinya ada dua body part, rencana sampel akan kita kirimkan besok pagi, kita susulkan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.