Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan salah satu fokus Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan adalah menjaga dan memperbaiki ekosistem kantong gajah yang semakin berkurang.

Dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, Menhut Raja Juli Antoni penerbitan Inpres itu bertujuan menjaga populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) yang kini statusnya masuk fase terancam punah dengan jumlah kantong habitat gajah kini hanya tersisa 21 kantong dari sebelumnya 42 kantong.

"Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan. Tata kelola pembangunan ke depan harus memberikan orientasi penuh kepada konservasi," kata Menhut Raja Antoni.

Salah satu poin krusial dalam Inpres itu adalah integrasi pembangunan infrastruktur dengan ruang hidup satwa.

Disampaikan saat bertemu dengan aktivis lingkungan dan pemengaruh (influencer) di Jakarta, Kamis (7/5), Menhut mencontohkan jika Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun jalan tol, maka harus mempertimbangkan peta home range atau wilayah jelajah gajah yang telah disiapkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Solusi teknis seperti penyediaan terowongan atau underpass akan diwajibkan agar kelompok gajah tetap terkoneksi tanpa terganggu aktivitas manusia.

Menhut memerintahkan kepada jajarannya agar 21 kantong gajah yang tersisa dipertahankan dan diperbaiki kualitas ekosistemnya.

Strategi utama yang akan dijalankan adalah pembangunan koridor untuk menyambungkan kantong-kantong gajah yang terfragmentasi akibat aktivitas ilegal maupun perubahan fungsi lahan.

"Penting bagi kita untuk memiliki data yang akurat. Dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) harus ada target angka peningkatan populasi yang jelas misalnya dalam lima tahun ke depan. Jika tidak ada peningkatan, kita harus mencari masalahnya dan menyelesaikannya," tambah Menhut

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Menhut juga menyoroti penanganan konflik manusia dan gajah di Way Kambas yang telah berlangsung selama kurang lebih 40 tahun.

Atas usulan Presiden Prabowo, pemerintah berencana membangun barrier yang efektif untuk mencegah jatuhnya korban, baik dari sisi manusia maupun satwa, sembari terus melakukan perbaikan habitat asli mereka.