TRIBUNBEKASI.COM- Hari ini, Sabtu (9/5/2026) PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek.
Perubahan nama tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi KAI, @kai121, pada Selasa (5/5/2026).
“Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,” tulis KAI.
Pergantian nama ini dilakukan setelah kereta tersebut melayani masyarakat selama hampir tiga dekade.
KAI menjelaskan perubahan nama dilakukan sebagai bentuk penyederhanaan identitas kereta.
Meski demikian, nama “Anggrek” tetap dipertahankan karena dianggap memiliki makna simbolis.
Baca juga: Alasan PT KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Pada 9 Mei Pasca 3 Dekade Melayani
Menurut KAI, nama tersebut menggambarkan ketahanan, kelembutan, serta keteguhan dalam perjalanan.
“Nama ini membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” tulis KAI.
PT KAI memastikan pergantian nama tidak memengaruhi layanan kepada penumpang.
Seluruh tiket yang telah dibeli tetap berlaku sesuai jadwal keberangkatan dan kelas layanan masing-masing.
Sebelumnya, kata “Argo” dalam penamaan kereta dikenal berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti gunung.
Nama tersebut umumnya digunakan untuk layanan kereta api kelas eksekutif.
Perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek turut menjadi sorotan publik setelah kereta itu terlibat dua insiden dalam waktu berdekatan pada 2026.
Pada Senin (27/4/2026), KA Argo Bromo Anggrek terlibat tabrakan dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Tidak lama berselang, kereta yang sama kembali mengalami kecelakaan usai tertemper minibus di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Muncul spekulasi di masyarakat terkait pergantian nama KA Argo Bromo Anggrek setelah dua kecelakaan tersebut.
Namun hingga kini, PT KAI belum pernah menyampaikan bahwa perubahan nama itu berkaitan dengan insiden kecelakaan yang terjadi.