Bupati Arief Rohman Kenang Jamaah Haji Blora yang Meninggal : Masih Kerabat Saya
rival al manaf May 09, 2026 01:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman, turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya jamaah haji asal Kabupaten Blora, Sutrisno Agus Widodo.

Bupati Arief mengenal dekat almarhum karena masih kerabatnya. 

Menurutnya, saat proses pemberangkatan dari Pendopo Kabupaten Blora beberapa waktu lalu, kondisi Sutrisno terlihat sehat.

"Pas berangkat itu saya melepas orangnya baik-baik saja. Itu masih saudara saya juga. Waktu dilepas di pendopo sehat-sehat saja, dari laporan setelah berangkat dari Bandara Solo juga baik-baik saja,” kata Arief saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Sabtu (9/5/2026).

Sutrisno diketahui berangkat haji bersama sang istri. 

"Waktu pesawat ngisi BBM di Medan tiba-tiba napasnya sesak, lalu dilarikan ke rumah sakit. Istrinya juga ikut turun mendampingi," katanya.

Arief menyebut, sejauh yang diketahuinya, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit serius. 

Bahkan, almarhum dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.

"Kalau lihat orangnya sih kayaknya enggak ada riwayat sakit. Beliau aktif di masjid, pengurus takmir juga," terangnya.

Menurut Arief, usia almarhum juga masih tergolong muda, bahkan belum mencapai 50 tahun. 

Arief menduga kondisi kelelahan bisa menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan kesehatan Sutrisno.

"Mungkin kecapekan karena di rumah sebelumnya banyak menerima tamu atau bagaimana,” ujarnya.

Jenazah Sutrisno dijadwalkan tiba di Solo, hari ini sekitar pukul 15.10 WIB. Kemudian jenazah akan diberangkatkan menuju Blora. Arief berencana bakal ikut menjemput di Solo.

Atas peristiwa tersebut, Bupati Arief menyampaikan rasa kehilangan karena almarhum dikenal sebagai pribadi baik di lingkungan masyarakat.

"Kita ikut berduka. Beliau orang baik. Semoga husnul khotimah," paparnya.

Salah satu jamaah haji Kloter 46 SOC, Sutrisno Agus Widodo, meninggal dunia saat menjalani transit di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Medan, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah.

Jamaah asal Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora itu sebelumnya berangkat dalam kondisi sehat bersama rombongan haji lainnya.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, menjelaskan bahwa pesawat yang membawa jamaah haji memang transit di Bandara KNO Medan untuk pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

Namun setibanya di Medan, almarhum mengalami sesak napas dan langsung mendapatkan penanganan medis.

"Sesampainya di Bandara KNO Medan, beliau mengalami sesak napas kemudian dirujuk ke rumah sakit," ujarnya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Sabtu (9/5/2026).

Meski telah mendapat perawatan, nyawa Sutrisno Agus Widodo tidak tertolong. Sutrisno dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.42 WIB sebelum salat Jumat.

Saat ini jenazah masih berada di Medan dan proses pemulangan tengah diurus oleh pihak maskapai Garuda Indonesia. 

Jenazah direncanakan tiba di Solo sekitar pukul 15.10 WIB. Kemudian dilanjutkan jenazah akan dibawa ke Blora.

“Dari Solo nanti langsung dibawa ke Blora. Diperkirakan sampai rumah duka menjelang Maghrib,” katanya.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jamaah haji tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan seluruh jamaah untuk terus menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

“Ini semua qadarullah. Kami mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, baik yang sudah sampai di Mekkah maupun yang belum berangkat,” ucapnya.

Rencananya, pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora juga akan turut mengiringi pemulangan jenazah hingga ke rumah duka di Blora.(Iqs)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.