Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS, Polisi Temukan Adanya Motor dan Tabung Gas di Bagasi
Vivi Febrianti May 09, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pihak kepolisian mulai mengungkap tabir penyebab kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki Seleraya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Kecelakaan nahas yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia akibat terbakar. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, bus diduga hilang kendali saat menghindari jalan berlubang.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama menjelaskan bahwa bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL awalnya melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.

Saat tiba di lokasi kejadian, bus yang dikemudikan oleh sopir bernama Alif berusaha menghindari lubang.

"Mobil bus ALS yang dikemudikan Alif dan membawa penumpang berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju ke Jambi. Kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju ke arah Lubuk Linggau," ujar Rendy, Kamis (7/5/2026).

Benturan keras tersebut memicu api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan.

Pengemudi dan penumpang di dalam truk tangki serta mayoritas penumpang bus dilaporkan meninggal dunia di lokasi dalam kondisi terbakar. 

Temuan Barang Tak Lazim di Bagasi Bus

Selain faktor kondisi jalan, jajaran Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Muratara menemukan fakta mengejutkan terkait muatan bus.

Di dalam bangkai bus yang hangus, polisi menemukan berbagai barang tak lazim di bus yang diduga memicu besarnya kobaran api.

Beberapa temuan tersebut antara lain:

  • Tabung gas elpiji di bagasi sebelah kanan.
  • Dua unit sepeda motor (satu bebek di dalam bus dan satu Suzuki Thunder yang terlempar dari atap).
  • Alat mesin motor di dalam bagasi.
  • Kursi kayu dan tumpukan buah jeruk bali.

Kabid Labfor Polda Sumsel, Kombes Pol Witdiardi, menyatakan pihaknya telah mengambil sampel sisa kebakaran untuk diperiksa lebih lanjut.

"Kami mengambil dua bungkus arang sisa kebakaran dari dalam bus dan satu botol cairan dari dalam truk tangki. Soal kemungkinan api berasal dari tabung gas, kami belum bisa memastikan karena harus melalui pemeriksaan laboratoris," jelas Witdiardi.

Dugaan Sopir Kelelahan

Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengungkapkan adanya indikasi faktor kelelahan manusia (human error).

Diketahui, bus tersebut telah menempuh perjalanan jauh sejak 2 Mei 2026 dari Pati, Jawa Tengah.

"Sopir berangkat dari Pati tanggal 2 Mei, lalu ke Semarang dan Tegal. Tanggal 4 Mei sampai Lampung dan sempat berganti sopir atas nama Alif. Bisa jadi sopir kelelahan, namun ini harus diperkuat bukti lain," kata Maesa.

Ia juga menambahkan bahwa di sekitar TKP memang ditemukan banyak lubang dengan kedalaman sekitar 2 cm.

Namun, polisi tidak menemukan adanya bekas rem di aspal, baik dari pihak bus maupun truk tangki. 

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, meminta pihak keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil resmi.

"Komitmen kami adalah benar-benar fokus identifikasi terhadap seluruh korban. Sebagian keluarga sudah datang memberikan informasi," tuturnya.

Sementara itu, empat orang korban selamat, termasuk kernet bus bernama Fadli, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim TAA (Traffic Accident Analysis) Polda Sumsel dan Korlantas Mabes Polri.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.