TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh Rabu (27/5/2026) permintaan hewan kurban di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara mulai mengalami peningkatan.
Salah satunya terlihat di peternakan Cahaya Mandiri milik Muhammad Jufri yang berada di Jalan Padat Karya, Desa Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).
Muhammad Jufri menyampaikan kepada TribunKaltara.com, saat berada di lahan ternaknya beberapa minggu sebelum Hari Raya Idul Adha sudah ada masyarakat yang memesan sapi qurban di tempatnya.
“Yang saya datangkan tahun ini ada 12 ekor sapi, dan sekarang yang sudah ter-keep ada tujuh ekor. Jadi sisa lima ekor lagi mudah-mudahan habis menjelang Hari Raya Idul Adha nanti,” ujar Muhammad Jufri, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Tarakan Dapat Satu Sapi Kurban Bantuan Presiden,Dua Peternak Jadi Opsi, Tunggu Biro Kepresidenan
Ia menjelaskan, usaha yang dijalankannya memang fokus pada penjualan sapi kurban dengan sistem penggemukan ternak, bukan pembibitan.
“Saya memang khusus jualan sapi kurban dan biasanya itu sistemnya penggemukan,” jelasnya.
Ia mengatakan, sapi yang dijual berasal dari Kupang dan Sulawesi Selatan dengan proses transit terlebih dahulu di Samarinda sebelum dikirim ke Tana Tidung.
“Kalau sapi saya ambil dari Kupang, tapi transit di Samarinda. Mitra saya ada di Sulawesi Selatan dan Kupang,” katanya.
Muhammad Jufri menyebut, pembeli yang sudah melakukan pembayaran bisa menitipkan sapi hingga mendekati hari pelaksanaan kurban.
Baca juga: 1.500 Ekor Sapi Kurban dari Gorontalo Diperkirakan Masuk ke Tarakan Jelang Idul Adha
“Biasanya mereka beli dulu, nanti mendekati Idul Adha baru kami antar. Jadi kita pelihara dulu sampai waktu pengantaran,” sebutnya.
Ia menambahkan, layanan pengantaran untuk wilayah Kabupaten Tana Tidung diberikan secara gratis kepada pembeli.
“Kalau wilayah KTT gratis pengantaran, kecuali ke Malinau ada tambahan biaya karena jaraknya cukup jauh,” tambahnya.
Menurutnya, pemesanan hewan qurban tidak hanya berasal dari Kabupaten Tana Tidung, tetapi juga pernah datang dari luar daerah.
“Pernah ada yang pesan dari Malinau dan Sekatak juga, jadi memang sudah sampai lintas kabupaten,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti