Wujudkan Janji Reses, DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis Berikan Nelayan Palaran Bantuan Mesin Kapal
Amelia Mutia Rachmah May 10, 2026 12:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bantuan mesin kapal untuk nelayan di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, akhirnya terealisasi. Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, kepada Kelompok Perikanan Nelayan Makmur Palaran, Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran bantuan tersebut disambut antusias para nelayan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan alat tangkap dan mesin kapal saat melaut.

Ananda Emira Moeis mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses tahun 2025 lalu dan kemudian diperjuangkan melalui pembahasan di tingkat pemerintah daerah.

“Ini adalah hasil aspirasi masyarakat saat reses tahun 2025 yang kemudian kita perjuangkan di pansus-pansus usulan. Alhamdulillah, hari ini berhasil kita realisasikan bersama untuk kelompok nelayan,” ujar Ananda Moeis saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tingkatkan Produktivitas Nelayan

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mba Nanda itu berharap bantuan mesin kapal baru dapat meningkatkan produktivitas nelayan lokal di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

Baca juga: DPRD Balikpapan Minta Tambah Kuota Solar, BPH Migas Siapkan Pasokan Tambahan

Menurutnya, para nelayan Palaran selama ini melaut hingga kawasan muara dan sebagian hasil tangkapannya dipasarkan ke wilayah Anggana, Kutai Kartanegara.

“Para nelayan kita ini melaut hingga ke muara dan hasil tangkapannya banyak diserap di wilayah Anggana. Jika produksi mereka naik, tentu akan sangat mendukung ketahanan pangan kita,” imbuhnya.

Bantuan mesin kapal tersebut juga diharapkan dapat membantu nelayan menjangkau area tangkap yang lebih luas dan meningkatkan hasil produksi ikan.

Soroti Sulitnya Akses Solar

Dalam kesempatan tersebut, Ananda Moeis turut menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi nelayan di Samarinda Seberang dan Palaran, yakni sulitnya mendapatkan BBM jenis solar subsidi.

Selama ini para nelayan harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju kawasan Loa Buah untuk membeli solar lantaran fasilitas pengisian di wilayah terdekat tidak lagi beroperasi.

Baca juga: Polda Kaltim Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Balikpapan, Diduga Terkait Jaringan Malaysia

Kondisi tersebut menyebabkan biaya operasional nelayan meningkat dan berdampak pada aktivitas melaut.

“Kami mendorong agar rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Selili segera direalisasikan,” tegasnya.

Ia menyebut proses administrasi pembangunan SPBN Selili sebenarnya telah selesai dan kini tinggal menunggu tahapan teknis operasional.

“Ini akan terus kita kawal agar rekan-rekan nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan solar,” tandasnya.

Nelayan Bersyukur Dapat Mesin Baru

Sementara itu, Ketua Kelompok Perikanan Nelayan Makmur Palaran, Darwis, mengaku bersyukur atas bantuan mesin kapal yang diterima kelompoknya.

Baca juga: Wagub Kaltim Seno Aji Singgung Nama Desa Kahala Kutai Kartanegara di Kalafest 2026

Menurutnya, mesin kapal lama yang digunakan nelayan selama ini sering mengalami kerusakan dan memiliki kapasitas terbatas sehingga menghambat aktivitas melaut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Ibu Nanda. Mesin ini sangat kami butuhkan. Sebelumnya banyak yang rusak, ada yang kapasitasnya kecil,” ungkap Darwis.

Ia berharap bantuan mesin baru tersebut mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan memperluas jangkauan melaut.

“Kalau mau melaut agak jauh itu mikir-mikir juga. Dengan adanya mesin baru ini, harapannya tangkapan bisa lebih maksimal,” sambungnya.

Selain bantuan alat, Darwis juga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi terkait distribusi solar subsidi bagi nelayan.

“Solar ini mesti ada solusinya, karena kami juga menunggu pemerintah agar segera ada tempat yang lebih dekat untuk membeli, serta tetap ada subsidi,” tukasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.