Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2026: Ia Menjanjikan Hal-hal Besar
Dion DB Putra May 10, 2026 07:19 AM

Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Kita semua pernah gelisah. Ada kegelisahan tentang masa depan, tentang pekerjaan, tentang kesehatan, tentang ekonomi keluarga, tentang pendidikan anak- anak, bahkan tentang hal-hal kecil yang kadang menguras pikiran kita setiap hari. 

Tidak jarang dalam kegelisahan itu kita datang kepada Tuhan membawa begitu banyak permintaan: meminta jalan keluar, meminta pertolongan, meminta agar hidup menjadi lebih mudah. 

Namun sering kali kegelisahan kita justru berkisar pada hal-hal yang sementara dan remeh. 

Dalam Injil Yohanes 14:15–21, Yesus juga berhadapan dengan murid-murid yang sedang gelisah. Mereka sedih karena Yesus akan meninggalkan mereka. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2026: Sukacita Iman dan Totalitas Kasih kepada Tuhan.

Mereka takut kehilangan pegangan. Situasi itu sangat krusial, sebab ketakutan dapat membuat mereka kehilangan harapan dan bahkan berpaling dari Yesus. 

Yesus sadar akan situasi krusial itu. Karena itu Yesus berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” 

Namun Yesus tahu bahwa iman para murid masih sangat lemah. Mereka belum sungguh kuat menghadapi tantangan. Maka Yesus memberikan sebuah janji besar: 

“Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

Janji ini luar biasa. Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah. Ia juga tidak menjanjikan bahwa para murid akan bebas dari penderitaan. 

Bahkan mereka tetap mengalami penolakan, penganiayaan, dan penderitaan. (Kis. 8:5–8,14–17). 

Tetapi Yesus menjanjikan sesuatu yang lebih besar: Ia menjanjikan Roh Kudus yang akan tinggal dalam hati mereka untuk selama-lamanya. Inilah yang mengubah para murid. 

Petrus yang dahulu takut, akhirnya berani bersaksi. Para rasul yang dahulu bersembunyi, akhirnya keluar mewartakan Injil. 

Baca juga: Opini: Jangan Tunggu Kacau- Mengapa Lembaga Kita Gagal Mengelola Risiko?

Mereka tidak menjadi kuat karena kemampuan atau kehebatan mereka sendiri, tetapi karena Roh Kudus yang tinggal dalam diri mereka. 

Sebab itu Rasul Petrus berkata: “Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan.” 1 Petrus 3:15–18.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering mengulangi pengalaman yang sama. Ada orang yang kehilangan pekerjaan lalu merasa hidupnya berakhir. Ada keluarga yang panik karena persoalan ekonomi. 

Ada anak muda yang putus asa karena gagal mencapai cita-citanya. Bahkan kadang kita bertengkar dan kehilangan damai hanya karena persoalan kecil: karena gosip, karena perkataan orang lain, karena iri hati, atau bahkan keinginan untuk selalu dihargai. 

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Roh Kudus tetap bekerja dalam hidup kita. Ia memberi kekuatan saat kita lemah. 

Ia memberi pengharapan saat kita putus asa, dan Ia meminta juga keberanian saat kita takut. 

Kita melihat hal itu secara konkret dalam hidup banyak orang sederhana: seorang ibu yang tetap setia merawat keluarganya di tengah kesulitan ekonomi; seorang guru yang tetap mengabdi meski tidak dihargai; atau umat sederhana yangtetap datang berdoa dan melayani meskipun memikul banyak persoalan hidup. 

Dari mana kekuatan itu datang? Dari Roh Tuhan yang bekerja diam-diam dalam hati mereka.

Sering kali kita datang kepada Tuhan hanya untuk meminta hal-hal kecil. Tetapi Tuhan justru memberikan yang terbesar: Roh Kudus-Nya sendiri. 

Ia menjanjikan penyertaan-Nya bukan sesaat, melainkan untuk selama-lamanya. Kalau Tuhan ternyata begitu setia kepada para murid yang lemah. 

Kalau Ia sanggup menjanjikan hal yang begitu besar untuk hidup kita, masihkah kita ragu untuk percaya kepada-Nya? (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.