TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Petugas gabungan dari Polsek Pakem, Pemerintah Kelurahan hingga Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman mengevakuasi 11 bayi dari sebuah rumah di Dusun Wonokerso, Padukuhan Randu, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem.
Penyelamatan ini dilakukan pada Jumat (8/5/2026) pagi setelah warga melaporkan adanya aktivitas penampungan bayi yang diduga menjadi tempat transit sebuah klinik bidan asal Gamping.
Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, mengatakan evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas di rumah tersebut.
Saat didatangi bersama pihak kepolisian, Panewu, dan Dinas Sosial, ditemukan 11 bayi yang terdiri dari delapan laki-laki dan tiga perempuan.
"Itu bukan penitipan balita. Cuma ada orang luar Hargobinangun, aslinya bidan di Gamping. Dia punya klinik bersama orangtuanya. Bidan tersebut menampung balita-balita. Mungkin karena di Gamping penuh, lalu dibawa ke wilayah kami," kata Amin kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Rumah di Hargobinangun tersebut diduga milik orangtua si bidan.
Namun selama ini tidak ditempati dan belakangan digunakan sebagai tempat penampungan sementara bayi.
Bayi-bayi tersebut diduga sudah satu minggu di rumah tersebut.
Saat didatangi petugas, kata Amin, bayi diletakkan di atas kasur tipis dan ada pula yang tebal.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas Puskesmas menemukan tidak semua bayi dalam kondisi sehat.
"Delapan bayi dinyatakan sehat, namun tiga lainnya ada indikasi kurang sehat. Ada yang gejala kulit berwarna kuning, kelainan jantung," ujarnya.
Baca juga: Total 68 Anak Korban Daycare Little Aresha Ditangani Unit PPA Polresta Yogyakarta
Pascatemuan tersebut, langkah penyelamatan langsung dilakukan.
Amin mengatakan tiga bayi telah diambil oleh ibu kandung mereka.
Sementara itu, bayi lainnya dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis dan ke Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Pengasuhan Anak (BPRSPA) milik Dinas Sosial.
Kapolsek Pakem, AKP Samiyono, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi berdasarkan laporan dari warga.
Ia membantah adanya penangkapan bidan dalam peristiwa tersebut.
"Bidan tersebut tidak ditangkap. Kami mengecek lokasi berdasarkan laporan warga. Untuk penanganan selanjutnya ditangani oleh Unit PPA Polresta Sleman.Nanti bisa langsung hubungi humas,"kata Samiyono. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
Terpisah, Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan bahwa terkait peristiwa tersebut pihak kepolisian sudah melakukan penanganan bersama perangkat pemerintah kapanewon dan kelurahan, BRSPA Dinsos dan Dinas Pendidikan (Dindik).
Ia mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak tersebut.
"Kami akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan selanjutnya. Mohon do'anya agar kami dapat menangani ini dengan tepat, tuntas, profesional dan menjunjung tinggi keadilan," kata dia.(*)