TRIBUNSUMSEL.COM -- Ancaman fenomena El Nino 2026 mulai menjadi perhatian serius sektor pertanian nasional. Menjawab tantangan tersebut, SMK PPN Sembawa di bawah naungan Kementerian Pertanian menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) 2026, Sabtu (9/5/2026), sebagai langkah memperkuat strategi mitigasi kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Mengusung tema “Percepatan Tanam Menghadapi El Nino: Sinergi Data Iklim, Kebijakan, dan Aksi Lapangan”, forum ini mempertemukan pakar iklim, pemerintah, penyuluh, Brigade Pangan, hingga petani milenial guna menyusun langkah konkret menghadapi ancaman musim kering yang diprediksi lebih panjang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
“Percepatan tanam bukan sekadar program, tetapi strategi nyata menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Seluruh potensi sumber air dan teknologi pertanian harus dioptimalkan untuk meminimalkan dampak El Nino,” tegas Mentan.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai kemampuan membaca data iklim menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki penyuluh dan petani muda.
“Penyuluh dan petani milenial harus mampu menjadikan data iklim sebagai dasar pengambilan keputusan. Langkah yang cepat dan tepat di lapangan menjadi kunci menjaga produktivitas pertanian,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa akselerasi tanam harus segera dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh lahan produktif, baik lahan reguler, optimalisasi lahan (Oplah), maupun lahan CSR.
Menurutnya, dukungan sarana seperti pompanisasi menjadi solusi penting menghadapi potensi kekeringan.
“Pemanfaatan pompa air harus dimaksimalkan di wilayah yang masih memiliki sumber air agar percepatan tanam tetap berjalan. Dukungan alsintan harus berdampak langsung pada peningkatan produksi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, mengatakan forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan langkah menghadapi prediksi BMKG terkait El Nino 2026.
“Fenomena El Nino tentu berdampak terhadap pola tanam dan produksi di lapangan. Karena itu, petani milenial dan Brigade Pangan harus siap melakukan langkah antisipatif agar target panen tetap tercapai,” ujar Budi.
Dalam forum tersebut, Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Winesty Dewi Nurputri, memaparkan bahwa El Nino diprediksi mulai terjadi pada Mei–Juli 2026 dengan potensi musim kemarau lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
“Sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dari biasanya, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa tanaman padi menjadi komoditas paling rentan terhadap kekeringan. Karena itu, petani didorong mempercepat masa tanam, menggunakan varietas genjah dan tahan kekeringan, serta mengoptimalkan embung, waduk, dan sistem irigasi.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan sekaligus PJ Swasembada Pangan Sumsel, Rachmat, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyesuaian kalender tanam, bantuan pompa air, hingga penyediaan benih bagi lahan terdampak puso.
“Semua langkah ini dilakukan untuk menekan risiko gagal panen dan memastikan produksi pangan tetap berjalan di tengah tantangan iklim,” tegasnya.
Di sisi lain, Brigade Pangan Kayu Ara Maju juga menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan tersebut. Manajer Brigade Pangan, Epriansyah, mengungkapkan seluruh lahan kelolaan seluas 78 hektare telah selesai ditanami sejak Maret 2026 dengan dukungan alsintan dan pompa air.
“Kami optimistis memasuki panen raya akhir Juni 2026. Namun dukungan alat panen seperti combine harvester tetap diperlukan agar hasil panen lebih efektif dan efisien,” katanya.
Melalui Millennial Agriculture Forum 2026, SMK PPN Sembawa berharap lahir langkah bersama yang mampu mempercepat tanam, memperkuat adaptasi iklim, dan menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman El Nino.