BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus pembuangan bayi gegerkan warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang,Bengkulu.
Warga menemukan bayi laki-laki dalam kantong plastik dan sudah meninggal duniapada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kini bayi malang itu langsung dibawa ke RSUD Kepahiang untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian sudah mengambil alih penangan kasus penemuan bati malang tersebut.
Baca juga: 144 Calon Haji Banjarmasin Tergolong Risiko Berat, Didominasi Penderita Komorbid
Baca juga: Kondisi Jalan Gelap di KM 171 Satui Barat Tanahbumbu, Ancam Keselamatan Pengendara
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda melalui Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama menerangkan bahwa bayi yang ditemukan berdasarkan informasi masyarakat tersebut berjenis kelamin laki-laki.
"Berawal dari laporan masyarakat, betul memang telah terjadi penemuan bayi. Sejauh ini informasi yang kami terima terkait jenis kelaminnya yaitu laki-laki," ucap Bintang.
Bintang mengungkapkan bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam sebuah kantong plastik dalam kondisi telah meninggal dunia sehingga langsung dilarikan ke RSUD Kepahiang.
"Untuk kondisi bayi tersebut telah meninggal dunia," ungkap Bintang.
Atas penemuan tersebut, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan guna menelusuri dan mengungkap peristiwa tersebut.
"Untuk saat ini masih kami lakukan penyelidikan dan secepatnya akan kami ungkap peristiwa tersebut," pungkas Bintang.
Baca juga: Satpam Tewas Ditusuk Maling, Pelaku Melawan Saat Kepergok Mencuri
Penemuan bayi juga terjadi di sebuah saluran air atau drainase di Lingkungan Kiri-Kiri, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 05.45 Wita.
Saat ini bayi telah dirawat di RSUD Andi Depu. Pihak kepolisian pun telah turun melakukan penyelidikan siapa pembuang bayi tersebut.
Adapun penemuan bayi ini berawal satu warga baru pulang salat subuh dari Masjid Al-Aqsah
Saat berangkat, di perjalanan dia sempat mendengar suara tangisan bayi.
"Saya sempat mendengar suara tangisan bayi saat berangkat ke masjid, tapi tidak terlalu saya hiraukan. Setelah pulang, suara itu masih terdengar, jadi saya cari sumbernya dan ternyata ada bayi di dalam drainase," ungkap saksi.
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana.
Tubuhnya tergeletak miring di dalam saluran air.
Saksi kemudian meminta bantuan warga lain untuk mengevakuasi bayi tersebut.
Selanjutnya, bayi langsung dibawa ke RSUD Andi Depu untuk mendapatkan perawatan medis.
Mendapat laporan tersebut, personel Polres Polewali Mandar (Polman) segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Curah Hujan Tinggi Berpotensi di Tanahlaut, BMKG Staklim: Musim Kemarau di Kalsel Tak Bersamaan
Polewali Mandar adalah kabupaten terbesar di Provinsi Sulawesi Barat dengan jumlah penduduk sekitar 490.000 jiwa (2024), beribu kota di Polewali.
Kabupaten ini dikenal sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan budaya Mandar
Sementara itu Bayi laki-laki yang ditemukan di saluran air (drainase) pada Sabtu (25/4/2026) pagi kini dalam perawatan di RSUD Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kondisi bayi dilaporkan masih dalam penanganan tim medis dan mendapat perawatan lanjutan di RSUD Andi Depu.
Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.
"Kami telah melakukan olah TKP dan akan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Saat ini bayi dalam perawatan intensif di RSUD Andi Depu. Kami masih menyelidiki untuk mengetahui siapa pelaku dan motifnya," ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor ke pihak berwajib. (Tribunbengkulu.com /banjarmasinpost.co.id)