Travel Terpaksa Naikkan Biaya Umrah, Ini Deretan Penyebabnya
Kamardi Fatih May 10, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perang di Timur Tengah antara AS-Israel vs Iran yang mengakibatkan tersendatnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Selat Hormuz, dampaknya menjalar hingga ke bisnis travel umrah. 

Sebab, tiket pesawat naik dan penguatan Kurs Dolar AS, mau tak mau biaya umrah juga makin meningkat.

Sejumlah perusahaan penyelenggara ibadah ke Tanah Suci yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji Khusus (FK Patuh) Kalsel terpaksa melakukan penyesuaian biaya umrah ada penambahan hingga Rp 6,5 juta per jemaah.

Dinyatakan Ketua FK Patuh Kalsel, H Saridi Salimin, pihaknya bersama anggota sudah menggelar rapat sebanyak dua kali dan memang soal penyesuaian biaya tak bisa dihindarkan.

"Ini menyangkut kondisi global. Kami sudah melakukan pembahasan  dan mencari solusi harga jual umroh 2026 atau 1448 Hijriah," katanya, Sabtu (9/5/2026).

Sebelumnya harga tiket umrah bertambah Rp 2 juta hingga 5 juta, namun perkembangan terkini penambahan harganya menjadi Rp 5 juta sampai Rp 6,5 juta per jemaah.

"Kenaikan harga avtur atau BBM pesawat, yang merupakan 40 persen dari biaya operasional maskapai, mengharuskan seluruh maskapai menaikkan harga tiket," jelas Saridi yang juga owner PT Al Insani.

Penyesuaian harga umrah juga dipengaruhi nilai kurs rupiah terhasap dolar AS yang semula Rp 16.500 sekarang menjadi Rp17.500, sehingga turut menggerek harga komponen dalam perjalanan umrah.

Di Kalsel sesuai data di FK Patuh, terdaftar ada 6.500 calon jemaah umrah untuk pemberangkatan umrah bulan Juni 2026 selesai ibadah haji.

"Kami minta stakeholder untuk mengedukasi masyarakat. Kami mohon agar memaklumi kondisi global yang tidak bisa kita hindari ini," jelasnya.

Dengan demikian, dikatakan Saridi, dari harga perjalanan umrah rata-rata Rp 30 juta, maka setelah penyesuaian menjadi Rp 35 juta sampai Rp 37,5 juta.

Dikatakan H Nur Kholiq, owner PT Noor Thoibah, memang keadaan gejolak global mengharuskan penyesuaian harga umrah.

"Kenaikan avtur dan mata uang, menaikkan harga semua komponen. Kami telah menginformasikan ke sebagian agen dan jemaah mengenai hal ini," katanya seraya mengatakan akan memberangkatkan kurang lebih 1.000 warga.
 
Kholiq melanjutkan, di travelnya untuk paket umrah standar naik Rp 3 juta, sedangkan paket umrah promo masih dipikirkan karena harga tiket belum fix. 

Dikatakan H Muhammad Taufan Aulia Akbar, owner PT Hikmah Rizquna Persada, pihaknya juga dalam waktu segera menginformasikan hal ini kepada jemaahnya yang berjumlah 3.500 orang untuk pemberangkatan hingga Agustus 2026.

Menurut H Taufan, jika ada calon jemaah mau mundur dipersilakan saja, tapi menurutnya Insya Allah mereka memahami, karena kondisi ini tidak bisa kita hindari. Dan bagi yang bertekad umrah, pasti berangkat.

"Kami patut bersyukur, masih bisa umrah, masih dibuka untuk tamu Allah Subhannhu Wa Ta’ala. Daripada ibadah umrah ditutup sehingga kita tidak bisa beribadah ke Mekah dan Madinah," ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.