TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Media sosial dihebohkan dengan cuplikan video kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat yang memicu kontroversi.
Kontroversi itu muncul setelah akun Instagram @smansaptk.informasi meminta konfirmasi serta klarifikasi terkait penilaian dewan juri.
Penilaian tersebut dianggap tidak objektif karena jawaban peserta dinilai memiliki substansi serupa meski berbeda redaksi
Suasana kompetisi sendiri berlangsung tegang, mengingat materi yang diujikan berkaitan dengan ketatanegaraan dan lembaga negara.
Lantas bagaimana awal mula kontroversi ini terjadi?
Salah satu pertanyaan yang memicu perdebatan adalah mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam soal tersebut dijelaskan bahwa pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota.
• Viral Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar Tuai Sorotan, Pihak SMAN 1 Pontianak Minta Klarifikasi Dewan Juri
Namun, untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga.
Peserta kemudian diminta menjawab lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.
Salah satu regu C dari SMAN 1 Kota Pontianak, menjawab anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan diresmikan oleh Presiden.
Meski jawaban dinilai mendekati benar, Dewan Juri memberikan pengurangan nilai kepada salah regu kelompok tersebut, karena dianggap tidak menyebutkan unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan artikulasi yang jelas.
Kemudian, pertanyaan tersebut pun dijawab oleh Regu B dengan jawaban yang serupa.
Lantas, keputusan dari Dewan Juri tersebut sempat diprotes peserta dari regu C karena merasa telah menyebutkan DPD dalam jawabannya.
Namun, Dewan Juri menegaskan penilaian didasarkan pada kejelasan artikulasi saat menjawab.
“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar salah satu Dewan Juri di hadapan peserta.
Panitia dan pembawa acara kemudian meminta seluruh peserta menerima keputusan Dewan Juri serta menjadikannya sebagai evaluasi agar lebih jelas dalam menyampaikan jawaban.
• Ini Agenda Lengkap Kunjungan Kerja Selvi Gibran ke Pontianak 12 Mei 2026
Menanggapi hal ini, salah satu guru SMAN 1 Kota Pontianak, Rio Pratama, menyayangkan keputusan tersebut.
"Pokoknya intinya, kami hanya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari penyelenggara terkait situasi yang terjadi, mengingat ini menjadi kurang fair," katanya saat dihubungi pada Minggu, 10 Mei 2026.
Sehingga dengan melalui unggahan di media sosial @smansaptk.informasi juga tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan kredibilitas lembaga serta lomba yang berlangsung.
"Bagi kami, kalah menang dalam lomba adalah hal biasa," ucapnya.
Namun, dari pihak sekolah, ia mengatakan hanya ingin adanya konfirmasi dan klarifikasi atas situasi atau keteledoran yang terjadi dan dibalut dengan pernyataan bahwa itu adalah hak istimewa juri.
"Tentu itu tidak bisa dibenarkan, apalagi penyelenggaranya adalah lembaga negara," tutupnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!