Aktivitas Gunung Merapi Senin 11 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 7 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter
Muhammad Fatoni May 11, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 7 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (11/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan lama gempa 46.08-161.6 detik.

Selain itu, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat 27 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-39 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.87-33.32 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 33-80 mm, dan lama gempa 15.88-25.39 detik.

Dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 45.74 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 300 meter dari puncak.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 11 Mei 2026, Hujan Ringan Guyur Sleman Utara dan Pegunungan Menoreh

Sementara untuk cuaca teramati cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 18.4-20°C. Kelembaban 96-98.6 persen. Tekanan udara 872.6-916 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.