TRIBUNTRENDS.COM -- Suasana duka menyelimuti RS Bhayangkara Palembang saat keluarga korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak mulai berdatangan untuk proses identifikasi jenazah, Jumat (8/5/2026).
Satu di antara korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tersebut adalah Zulpan Effendi alias Maleh (40), yang merupakan sopir serep Bus ALS.
Kondisi jenazah korban yang sulit dikenali akibat kebakaran hebat pasca kecelakaan membuat tim kedokteran kepolisian harus melakukan proses identifikasi melalui pencocokan DNA.
Muhammad Rizki, adik kandung korban, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui kondisi sang kakak.
"Kami dihubungi pihak Polda Sumsel untuk ayah kami melakukan tes DNA guna mencocokkan dengan DNA Zulpan Effendi," ujar Rizki saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Jumat.
Rizki mengaku langsung berangkat dari Bogor menuju Palembang setelah menerima kabar duka terkait kecelakaan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kakaknya saat itu sedang menjalankan perjalanan mengantar penumpang dari Medan menuju Pulau Jawa.
"Saat ayah saya tes DNA, katanya Zulpan hanya menyisakan gigi yang tidak utuh sebelah," ucap Rizki dengan nada lirih.
Zulpan diketahui sudah lama bekerja sebagai kru bus ALS. Ia disebut telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun di perusahaan otobus tersebut.
Saat kecelakaan terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Zulpan disebut sedang tidak berada di kursi kemudi.
Adik ipar korban, Amir Husin (34), mengatakan berdasarkan penjelasan dari pihak perusahaan, saat kejadian Zulpan tengah beristirahat di dalam bus sementara kendaraan dikemudikan rekan sopir lainnya.
"Saat itu almarhum memang ada di dalam bus, tetapi sedang tidak mengemudi. Korban sedang istirahat dan rekannya yang mengendarai bus," kata Amir.
Keluarga awalnya sempat ragu apakah Zulpan benar menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Bertambah Jadi 18 Orang, Satu Penumpang Meninggal di RS
Namun kepastian mulai didapat setelah keluarga mencocokkan nomor polisi kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan armada yang biasa dibawa almarhum.
Sementara itu, lokasi kecelakaan di Jalinsum Muratara masih menjadi perhatian warga dan pengendara hingga Jumat (8/5/2026).
Bangkai Bus ALS dan truk tangki yang hangus terbakar masih terlihat berada di lokasi kejadian.
Banyak pengendara yang sengaja berhenti untuk melihat langsung kondisi kendaraan dan mengabadikannya menggunakan ponsel.
Kini pihak keluarga berharap proses identifikasi serta penyelidikan kepolisian dapat segera selesai agar jenazah Zulpan dapat dipulangkan dan dimakamkan dengan layak.
"Saya berharap cepat selesai supaya ibu dan ayah bisa istirahat karena mereka sangat khawatir," tutup Rizki. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)