5 Jemaah Haji Asal Sumsel Dirawat di Tanah Suci, Ada yang Demam, Gangguan Jantung hingga Pneumonia
Shinta Dwi Anggraini May 11, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Jemaah haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah menjalani rangkaian ibadah haji dengan kondisi umum yang terpantau baik. 

Namun demikian, sejumlah jemaah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.

"Untuk jemaah haji asal Sumsel sebelumnya ada yang sakit tiga, bertambah jadi 10 dan lima sudah sehat," kata Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Emmilya menjelaskan, dari 10 jemaah haji yang sakit, lima sudah kembali ke hotel dan sehat.

Sementara itu, lima lagi masih dirawat. Untuk jenis penyakitnya, ada yang demam, jantung, hingga pneumonia.

Sementara itu, hari ini sebanyak 444 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 resmi diberangkatkan dari Embarkasi Palembang menuju Tanah Suci.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahiddin, dari total 445 jemaah yang masuk asrama haji, terdapat satu orang jemaah atas nama Muhammad Teguh (68) asal Pagar Alam yang terpaksa ditunda keberangkatannya.

"Penundaan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis kesehatan guna memastikan kondisi jemaah dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan panjang," katanya.

Arkan menjelaskan bahwa hingga saat ini total jemaah yang telah diterbangkan melalui Embarkasi Palembang mencapai 5.750 orang.

Dengan rincian jemaah asal Sumatera Selatan sebanyak 4.627 orang, Bangka Belitung 1.071 orang, dan didampingi oleh 52 petugas kloter.

Arkan juga memberikan imbauan khusus kepada seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan. Ia menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) setiap kali jemaah beraktivitas di luar hotel atau maktab.

Berdasarkan panduan Pusat Kesehatan Haji, para jemaah diingatkan untuk selalu menyiapkan dan menggunakan item-item berikut:

  1. Kacamata Hitam: Untuk melindungi mata dari paparan sinar UV dan debu.
  2. Masker: Wajib menutupi hidung dan mulut, serta diganti secara rutin setiap 4–6 jam.
  3. Semprotan Air: Pastikan botol semprotan selalu terisi air untuk menjaga kelembapan wajah dan suhu tubuh.
  4. Payung: Disarankan membawa payung lipat agar praktis dibawa saat berpindah tempat.
  5. Alas Kaki yang Pas: Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman dan memiliki tali belakang agar tidak mudah terlepas.
  6. Tas Paspor & Kantong Sandal: Selalu bawa dokumen penting dalam tas khusus, serta gunakan totebag atau kantong plastik untuk menyimpan sandal saat memasuki masjid agar tidak hilang.

"Kami sangat berharap jemaah tidak meremehkan penggunaan APD ini. Payung, masker, dan air minum adalah kunci untuk mencegah kelelahan berlebih dan dehidrasi selama menjalankan rangkaian ibadah," kata Arkan.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.