Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadia, menduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi kericuhan usai pertandingan Persipura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).
Kericuhan pecah setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga playoff promosi Liga 1 musim 2026/2027. Kekalahan tersebut membuat tim berjuluk Mutiara Hitam gagal kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Owen mengaku sangat prihatin atas berbagai insiden yang terjadi usai pertandingan, termasuk adanya kendaraan yang hilang dan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan.
“Kami sangat prihatin atas semua korban dari peristiwa kemarin. Tentunya ini sangat disayangkan karena sepanjang musim ini pertandingan Persipura berjalan baik dan suporter sangat tertib,” ujar Owen kepada awak media, Sabtu (10/5/2026).
Baca juga: Ricuh Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polisi Selidiki Oknum yang Lakukan Provokasi
Menurutnya, selama musim ini suporter Persipura justru banyak mendapat pujian karena selalu menciptakan suasana pertandingan yang aman dan menjadikan laga sepak bola sebagai hiburan keluarga.
“Penonton Persipura itu bukan hanya datang menonton bola, tapi sudah menjadi acara keluarga. Ada bapak, ibu, nenek hingga anak-anak yang datang menikmati pertandingan bersama,” katanya.
Terkait kericuhan yang terjadi, Owen mengatakan manajemen Persipura bersama panitia pelaksana dan aparat kepolisian kini masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab utama insiden tersebut.
Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momentum kekecewaan suporter untuk memicu keributan.
“Kami mendukung proses investigasi dari kepolisian. Karena dari yang terlihat, ada indikasi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi kemarin,” ujarnya.
Baca juga: Sayonara! Persipura Gagal Melenggang ke Kasta Tertinggi
Meski kecewa gagal promosi, Owen meminta masyarakat tidak hanya fokus pada sisi negatif dari kejadian tersebut.
Ia justru mengaku terharu melihat banyak warga yang datang bergotong royong membersihkan Stadion Lukas Enembe sehari setelah kericuhan terjadi.
“Saya datang ke stadion tadi siang dan melihat banyak masyarakat ikut membersihkan stadion. Ada yang dari Sentani, ada juga warga sekitar. Itu yang menurut saya perlu disorot juga, karena menunjukkan kepedulian masyarakat Papua terhadap stadion kebanggaan mereka,” katanya.
Owen menegaskan Persipura akan menjadikan kegagalan musim ini sebagai bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih kuat ke depan.
Menurutnya, membangun klub besar seperti Persipura membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Tidak ada yang instan. Kami akan evaluasi dan memperkuat fondasi tim agar ke depan Persipura bisa kembali lebih kuat,” pungkasnya. (*)