Direktur Bapanas Sidak ke Pasar Arengka Pekanbaru,Terungkap Alasan Pedagang Naikkan Harga Minyakita
Firmauli Sihaloho May 11, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sejumlah pedagang di Pasar Pagi Arengka kedapatan menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mereka tidak bisa mengelak ketika Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendatangi pasar itu, Senin (11/5/2026).

Satgas Pangan di Kota Pekanbaru, Satgas Pangan Provinsi Riau dan Satgas Pangan Polda Riau juga ikut dalam inspeksi mendadak atau sidak itu.

Mereka langsung menjelaskan bahwa Minyakita yang dijual dengan harga di atas HET berasal dari distributor swasta.

Pedagang menjual dengan harga mencapai Rp 20.000 per liter hingga Rp 21.000 per liter.  

Sedangkan HET Minyakita yakni Rp 15.700 per liter di pasaran Riau.

Mereka yang kedapatan menjual Minyakita di atas HET mengaku sempat mengambil dari distributor swasta.

Ada yang mengaku sempat membeli 20 karton dari distributor luar Bulog.

Harga beli satuan Minyakita dari distributor luar Bulog bisa mencapai Rp 19.000 per liter.

Kondisi ini membuat pedagang pun terpaksa menaikkan harga.

"Kami karena belinya lebih mahal, bisa 235 ribu satu kotak," ujar satu pedagang, El kepada tim yang sidak.

Baca juga: Bantuan Berhenti, Kondisi Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Kian Memilukan

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Warga Hilir Sungai Kampar Berharap Pintu Pelimpah Waduk PLTA Tak Sampai Dibuka

Wanita ini tidak menampik sudah mendapat teguran dari Bulog karena ketahuan menjual Minyakita di atas HET. Surat teguran itu juga sudah ditembuskan ke Polda Riau.

Dirinya meminta agar ada tambahan kuota Minyakita di pasar itu. Ia mengaku biasanya dalam satu pekan cuma mendapat 60 kotak Minyakita dari Bulog.

"Kami terpaksa menyembunyikan Minyakita supaya tidak ada yang memborong," ulasnya.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto memimpin langsung sidak.

Ia mengingatkan pedagang tidak menaikkan harga Minyakita seenaknya. Apalagi minyak murah itu memang diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

"Jadi Minyakita bukan minyak goreng utama, ini hanya untuk warga kurang mampu, jadi jangan dinaikkan harganya," tegasnya.

Indra menyampaikan bahwa ada sejumlah toko yang masuk catatan Bulog karena menjual Minyakita di atas HET. Ada tiga toko yang masuk dalam catatan Bulog karena menjual Minyakita dengan harga lebih mahal.

"Untuk pedagang juga kami ingatkan, apabila ada distributor yang menjual di atas HET, ya laporkan saja, jangan takut," terangnya.

(Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.