Wamentan Sudaryono Temui Jokowi di Solo, Klaim RI Kini Sudah Berhenti Impor Beras
Hanang Yuwono May 11, 2026 01:17 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat malam (8/5/2026) di Solo.

Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk membahas perkembangan sektor pertanian nasional serta memastikan kesinambungan pembangunan yang berdampak pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyampaikan laporan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025.

Baca juga: City Walk Jadi Tempat Jualan Coffee Shop, Pakar Sebut Bisa Hidupkan Ekonomi Kota

Menurutnya, capaian ini sesuai dengan target yang pernah diberikan Jokowi saat Sudaryono dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian.

“Saya pernah dilantik sebagai wakil menteri di era Presiden Jokowi, dengan tugas dan target yang jelas, yaitu bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujar Sudaryono dalam pernyataan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan.”

Keberhasilan Swasembada Pangan

Sudaryono menjelaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan ditandai dengan berhentinya impor beras dan meningkatnya kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Salah satu langkah konkret pemerintah untuk mendukung petani adalah menaikkan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram, sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

“Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui, sekarang ini kita tidak lagi impor beras. Harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani happy,” ungkap Sudaryono, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Selain itu, pemerintah berhasil menjaga ketersediaan pupuk bagi petani melalui pemberian diskon harga hingga 20 persen.

Dukungan pengairan dan pembelian hasil panen dengan harga yang layak turut meningkatkan optimisme petani dalam mendukung produksi pangan nasional.

Baca juga: Potret Sapi Kurban Prabowo dari Sukoharjo, Warnanya Cokelat, Badannya Gempal

Apresiasi dari Jokowi

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan sektor pertanian nasional.

Mantan Presiden itu menilai kondisi petani saat ini semakin membaik berkat dukungan pemerintah terhadap hasil panen, pupuk, hingga sistem pengairan.

“Pak Presiden Jokowi mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau, petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik,” kata Sudaryono.

Tidak hanya melaporkan capaian, Sudaryono juga meminta arahan dan masukan dari Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Baca juga:  Wisata Kuliner Pinggir Air di Klaten, Sensasi Makan Sambil “Ngadem” di Tepi Sungai dan Danau

Ia menekankan pentingnya pengalaman dan pandangan mantan presiden sebagai bekal dalam menjalankan program pembangunan, khususnya di bidang pangan.

“Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya,” ungkap Sudaryono, yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sudaryono menegaskan bahwa menjaga sinergi dan kesinambungan pemerintahan sangat penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu,” tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.