Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Satu pemuda meninggal dunia dalam tawuran di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 02.20 WIB.
Lokasi tawuran tersebut tepatnya di depan RS Budi Medika, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.
Kapolsek Bumi Waras AKP M Hasbi Eko Purnomo mengungkap identitas pemuda yang meninggal dalam tawuran tersebut bernama Fransius Sihombing (21).
Korban adalah warga Jalan Hayam Wuruk Gang Bukit III, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku yang terlibat dalam tawuran maut itu.
Baca juga: Nasib Siswa SMP Korban Tawuran Berdarah, Ditemukan Polisi Tewas Tergeletak
Sejumlah langkah telah dilakukan aparat kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mencari barang bukti, hingga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Polisi juga melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak keluarga guna mengantisipasi kemungkinan aksi balasan antar kelompok remaja.
"Diduga tawuran dipicu oleh perselisihan antar kelompok remaja yang sebelumnya telah terjadi dan kemungkinan dipengaruhi komunikasi melalui media sosial," kata AKP M Hasbi, Senin (11/5/2026).
Menurut Kapolsek, peristiwa itu diketahui pihak kepolisian setelah menerima informasi adanya tawuran. Ketika itu personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Bumi Waras bersama anggota patroli tengah melakukan pemantauan wilayah.
"Personel yang sedang patroli mendapat informasi adanya tawuran di depan RS Budi Medika. Setelah itu anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar AKP Hasbi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tawuran melibatkan dua kelompok remaja. Salah seorang saksi bernama Diki, warga Jalan Keteguhan yang bekerja di sebuah kafe di sekitar lokasi, mengaku melihat rombongan sepeda motor datang dari arah Jalan Malahayati menuju Jalan Yos Sudarso.
"Sekitar tujuh sampai sepuluh motor datang ke lokasi. Di sana sudah ada kelompok lain yang menunggu tanpa kendaraan," ujarnya.
Tak lama kemudian, kedua kelompok langsung terlibat bentrokan di depan rumah sakit. Aksi tawuran berlangsung sekitar empat hingga tujuh menit sebelum para pelaku membubarkan diri.
Keterangan serupa juga disampaikan Koko, petugas keamanan RS Budi Medika. Ia menyebut kelompok remaja yang datang menggunakan sepeda motor langsung bertemu dengan kelompok lain yang telah berada di lokasi.
"Mereka langsung tawuran di depan rumah sakit, lalu setelah beberapa menit semuanya bubar," katanya.
Dalam peristiwa tersebut, Fransius Sihombing mengalami luka serius. Rekan-rekannya sempat membawa korban ke RS Graha Husada di Kecamatan Tanjungkarang Timur. Namun nyawa korban tidak tertolong. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )