TRIBUNLOMBOK.COM - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Lombok Tengah menjamin ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dalam kondisi mencukupi dan sehat.
Berdasarkan pemantauan lapangan hingga dua minggu sebelum hari raya (H-14), stok hewan kurban di pusat-pusat distribusi atau "mal hewan" diperkirakan mencapai 1.500 ekor. Jumlah tersebut belum termasuk populasi ternak yang berada di tangan peternak lokal di seluruh wilayah Lombok Tengah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distanak Lombok Tengah, Idham Khalid, mengungkapkan bahwa populasi ternak jantan dewasa yang siap kurban di daerah tersebut diperkirakan mencapai 2.000 ekor.
"Kesiapan sapi maupun kambing di beberapa pengusaha besar di Lombok Tengah, seperti di Menemeng dan lokasi lainnya, saat ini sudah mencapai sekitar 800 ekor," ujar Idham saat dikonfirmasi TribunLombok.com, Senin (11/5/2026).
Secara keseluruhan, data statistik menunjukkan total populasi ternak di Kabupaten Lombok Tengah berada di angka yang cukup impresif, yakni sekitar 158.000 ekor.
Guna menjamin kualitas daging kurban, Distanak akan menerjunkan tim medik dan paramedik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (antemortem dan postmortem) mulai H-7 sebelum pemotongan.
Hewan yang dinyatakan sehat dan memenuhi kriteria kurban akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta dipasangi atribut penanda khusus berupa spanduk atau banner.
Idham juga memastikan bahwa hingga Mei 2026, wilayah Lombok Tengah nihil kasus penyakit menular strategis, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini merupakan dampak positif dari program vaksinasi masif yang dilakukan sejak Februari 2026 dengan total lebih dari 20.000 dosis vaksin yang telah disuntikkan.
Pengawasan ketersediaan ternak kini juga dilakukan secara digital melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan kementerian terkait guna memantau status kesehatan masyarakat veteriner secara real-time.
Di akhir keterangannya, Idham mengimbau masyarakat agar teliti dalam memilih hewan kurban sesuai dengan kriteria syariat dan kesehatan.
"Kami berharap dalam proses pemilihan hewan kurban, masyarakat memperhatikan syarat agama, jantan, cukup umur, bobot memadai, tidak cacat, dan pastinya dalam kondisi sehat," pungkasnya.