Dulu Bekukan Sel Telur, Luna Maya Kini Bahas Kehamilan Usai Nikahi Maxime Bouttier, Mau Anak Kembar
Murhan May 11, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dulu bekukan sel telur, artis Luna Maya kini membahas kehamilan seusai menikahi Maxime Bouttier.

Luna Maya mengaku kini tengah mempertimbangkan program kehamilan, termasuk metode IVF atau bayi tabung.

Keadaan itu diungkap Luna Maya saat berbincang santai bersama Sara Wijayanto dalam C8 Podcast “Bicara Dari Hati”. 

Pada obrolan tersebut, Sara sempat menyinggung soal keputusan Luna melakukan freeze egg beberapa tahun lalu.

Sara Wijayanto mengaku penasaran dengan proses freeze egg yang pernah dijalani Luna Maya. 

Ia kemudian bertanya apakah Luna sudah mulai memikirkan program kehamilan setelah menikah.

Baca juga: Perilaku Betrand Peto di Pengajian Bersama Ruben Onsu Tuai Banyak Doa, Imbas Pakaian yang Dikenakan

Baca juga: Umumkan Cerai dari Pinkan Mambo, Arya Khan Sempat Diprotes Uang Endorse yang Dipakai Beli Rumah

Luna Maya pun membenarkan bahwa dirinya memang sudah melakukan freeze egg sejak beberapa tahun lalu. 

Perempuan berusia 42 tahun itu mengaku menjalani prosedur tersebut sekitar tahun 2022 hingga 2023.

“Aku sudah lakuin itu sudah 2022-2023,” ujar Luna Maya.

Luna kemudian menjelaskan bahwa sel telur yang dibekukan nantinya dapat digunakan untuk program IVF apabila dirinya dan Maxime memutuskan menjalani program bayi tabung. 

Menurutnya, proses tersebut nantinya akan dilakukan seperti prosedur IVF pada umumnya.

“Diambil terus dijadikan embrio dimasukin sperma dia jadi embrio baru dimasukin ke kita,” jelas Luna.

Dalam kesempatan itu, Luna Maya juga mengungkapkan sempat memiliki keinginan untuk fokus menjalani program hamil di tahun ini. 

Bahkan ia bercanda ingin langsung memiliki anak kembar agar prosesnya selesai sekaligus.

“Aku mau fokus buat coba program IVF, pengin kembar ya sekali dua langsung selesai,” kata Luna sambil tertawa.

Meski begitu, Luna mengatakan dirinya dan Maxime Bouttier masih menyesuaikan jadwal dan kondisi masing-masing. 

Saat ini, Maxime juga masih disibukkan dengan aktivitas syuting series dan pekerjaan lainnya.

Selain mempertimbangkan IVF, Luna Maya mengaku dirinya dan Maxime tetap mencoba program hamil secara alami. 

Ia menegaskan keduanya tidak sedang menunda memiliki anak, tetapi ingin semuanya berjalan dengan terencana.

“Kita nggak yang nunda, tapi kita juga pengin terencana,” ucap Luna Maya.

Menurut Luna, memiliki anak bukan hanya soal kesiapan finansial semata. 

Ia merasa kehadiran anak membutuhkan kesiapan emosional dan hubungan yang solid antara kedua orang tua.

“Bukan soal mahal, secara emosional itu dua orang tua harus hadir,” tutur Luna.

Luna Maya juga mengatakan dirinya ingin memastikan hubungan rumah tangganya dengan Maxime benar-benar siap sebelum memiliki anak. 

Ia merasa kehidupan setelah menikah tetap membutuhkan proses penyesuaian sebagai pasangan.

“Aku juga pengin make sure bahwa kita bisa solid nggak as a couple,” kata Luna.

Artis kelahiran Denpasar itu menilai menjadi orang tua bukan keputusan yang bisa dilakukan secara terburu-buru. 

Karena itu, ia dan Maxime ingin memikirkan pola pengasuhan serta kesiapan rumah tangga mereka terlebih dahulu.

Luna Maya juga mengaku dirinya kini sudah tidak terlalu memikirkan komentar publik terkait usia maupun keputusannya memiliki anak.

Ia memilih menjalani hidup sesuai kesiapan diri sendiri tanpa mengikuti tekanan sosial.

“Aku nikah saja aku nggak dengerin omongan orang,” ujar Luna Maya.

Menurut Luna, setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda-beda sehingga tidak bisa disamakan satu sama lain. Ia merasa masyarakat seringkali terlalu memaksakan standar tertentu terkait pernikahan dan memiliki anak.

“Tidak ada yang harus kok, kan hidup orang juga berbeda,” tutupnya. 

Hamil di Usia Lebih dari 35 Tahun

Jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan berencana untuk hamil untuk pertama kali, Anda tidak sendiri. 
Banyak perempuan yang menunda kehamilan sampai berusia lebih dari 35 tahun dan tetap dapat melahirkan bayi yang sehat. 

Syaratnya adalah Anda harus merawat diri sendiri agar sehat. Hal itu dapat membantu bayi Anda terlahir sehat pula.

Yang pertama kali harus disadari adalah risiko untuk hamil pada usia tersebut. Jam biologis adalah fakta kehidupan. Tidak ada yang istimewa pada usia 35 tahun, tetapi perempuan memiliki beberapa risiko yang pantas untuk dibicarakan, seperti berikut ini:

* Mungkin akan butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil: 

Perempuan terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas. Ketika usia sudah merambah 30-an tahun, kualitas telur akan menurun. 

Ovulasi pun akan jarang terjadi, walau Anda masih mengalami menstruasi dengan rutin. Telur dari perempuan yang lebih tua akan lebih sukar dibuahi ketimbang telur dari mereka yang lebih muda. 

Apakah itu berarti perempuan berusia di atas 35 tahun tidak bisa hamil? Bisa saja, hanya saja akan membutuhkan waktu lebih lama. 

Jika sampai enam bulan berhubungan seksual, belum juga hamil, sebaiknya Anda menemui dokter kandungan

* Risiko diabetes gestasional. 

Diabetes jenis itu hanya terjadi pada seat hamil dan biasanya diderita ketika usia beranjak tua. Mengendalikan gula darah melalui pola makan, aktivitas fisik, den gaya hidup sehat yang lain sangatlah penting. 

Kadang pengobatan juga dibutuhkan. Jika diabetes gestasional tidak dikendalikan, bayi akan tumbuh besar, yang akan meningkatkan risiko cedera ketika melahirkan.

• Tekanan darah tinggi: 

Gangguan tekanan darah selama kehamilan sebelum usia 20 pekan disebut hipertensi kronis, Setelah 20 pekan hipertensi gestasional, setelah 20 pekan disertai adanya protein dalam urin atau preeklampsia. 

Menurut Mayo Clinic, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi selama kehamilan akan lebih mudah terjadi bila ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun. Dokter akan membantu Anda memonitor tekanan darah.

Selain itu, mungkin Anda memerlukan obat penurun tensi jika ketika akan melahirkan, tekanan darah masih terlalu tinggi, untuk menghindari komplikasi.

* Risiko lain: 

Risiko lain adalah kemungkinan melahirkan dengan C-section (bedah Caesar), tingkat keguguran yang lebih tinggi, dan kromosom abnormal juga akan lebih sering terjadi.

Membuat Pilihan Sehat

Setelah mengetahui semua risiko, langkah berikutnya adalah memperhatikan semua agar Anda tetap dalam kondisi prima. Dengan demikian bayi yang akan Anda lahirkan pun dalam kondisi sehat.

Berikut ini yang harus menjadi perhatian:

1. Membuat perjanjian prakehamilan: 

Temui dokter kandungan sebelum Anda memutuskan untuk hamil, untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi siap.

2. Cek rutin: 

Selama hamil, kandungan rutin ke dokter kandungan akan membuuhkan dokter memonitor kesehatan Anda dan juga jabang bayi.

3. Menganut pol makan sehat: 

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, protein, den nutrisi esensial lainnya. 
Alangkah bagusnya jika Anda sudah menganut pola makan sehat jauh sebelum hamil. 

Vitamin prenatal idealnya mulai diminum beberapa bulan sebelum kehamilan.

4. Memperhatikan kenaikan berat badan: 

Kenaikan berat badan yang tepat dapat mendukung kesehatan bayi. 

Dan juga akan lebih mudah bagi Anda menurunkan berat badan setelah melahirkan. 

Kenaikan kira-kira 11-16 kg kadang menjadi rekomendasi untuk perempuan dengan beret badan normal. 
Untuk perempuan obesitas, disarankan menurunkan berat sebelum hamil. Bekerjasamalah dengan dokter kandungan untuk menentukan berat badan yang tepat.

5. Tetap aktif: 

kecuali dokter kandungan melarang untuk beraktivitas, sebaiknya Anda tetap aktif seperti biasa. 

Olah raga khusus untuk ibu hamil dapat mengurangi ketidaknyamanan yang terjadi dan juga menambah energi. 

Dengan berolah raga, Anda akan memiliki kekuatan otot dan stamina, yang berguna saat melahirkan.

6. Hindari zat-zat berisiko: minuman beralkohol, tembakau, dan narkoba dilarang dikonsumsi selama hamil.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.