Sembilan Tera Rilis Mini Album 'Sementara Itu', Curahan Hati tentang Luka yang Dipendam
Irwan Wahyu Kintoko May 11, 2026 03:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Band asal Bandung, Sembilan Tera, merilis mini album perdana bertajuk Sementara Itu pada Mei 2026.

Band yang terbentuk sejak Juni 2025 itu hadir membawa karya bernuansa emosional yang mengangkat keresahan, rasa kehilangan, hingga perasaan hampa yang sering kali disembunyikan banyak orang.

Di tengah banyaknya lagu dengan tema percintaan ringan, Sembilan Tera justru memilih jalur berbeda.

Mereka menghadirkan musik yang lebih personal dan dekat dengan realitas kehidupan.

Baca juga: Thomas Ramdhan Isyaratkan Segera Akhiri Perjalanan Bermusiknya Bersama Band GIGI, Ada Masalah Apa?

Melalui mini album ini, band tersebut ingin menyampaikan bahwa tidak semua orang benar-benar baik-baik saja meski terlihat tenang di luar.

Sembilan Tera digawangi Arie Axara sebagai drummer sekaligus penulis lagu, Aditya (gitar), Ricky (bass), Eza (vokal), Angga (trombone), serta Taufik (keyboard).

Keenam personel sebelumnya dikenal aktif bermusik di berbagai panggung kafe sebelum memutuskan membangun identitas sendiri lewat proyek ini.

Mini album Sementara Itu memuat lima lagu, yakni Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka, dan Sementara Itu.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Wali Band Nyanyikan Lagu Romantika Badar dan Uhud sebagai Pesan Refleksi Diri

Seluruh materi lagu ditulis oleh Arie Axara dengan benang merah tentang fase hidup yang terasa menggantung dan penuh ketidakpastian.

Menurut Arie Axara, proses penulisan lagu dilakukan dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap orang-orang di sekitar mereka.

Dari panggung ke panggung, Sembilan Tera melihat banyak orang terlihat bahagia, tetapi sebenarnya menyimpan rasa lelah yang sulit diungkapkan.

"Kami tidak ingin membuat lagu yang sekadar enak didengar, kami ingin membuat lagu yang bisa menemani orang-orang ketika sedang merasa paling sendiri," kata Arie Axara, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Gaet Angga Andrian sebagai Vokalis, Band Papinka Terus Jaga Eksistensi Berkarya di Industri Musik

Nuansa emosional menjadi identitas utama dalam mini album tersebut.

Sembilan Tera sengaja tidak menutupi sisi rapuh yang dituangkan lewat lirik maupun aransemen musik

 Mereka memilih tampil apa adanya tanpa mencoba terdengar sempurna.

"Kadang orang terlalu sibuk terlihat kuat sampai lupa jujur dengan dirinya sendiri, lewat Sementara Itu, kami ingin bilang bahwa merasa hancur itu manusiawi,"ucap Arie Axara.

Baca juga: Ditulis dalam Lagu, Kisah Kehidupan Sederhana Sheila on 7 Selama 30 Tahun Berkarya di Industri Musik

Band ini juga menyadari bahwa karya mereka mungkin tidak bisa diterima semua kalangan.

Namun, hal itu tidak menjadi masalah karena sejak awal Sembilan Tera memang ingin menghadirkan musik yang relevan bagi mereka yang sedang berada di titik terendah dalam hidup.

Melalui mini album ini, Sembilan Tera berharap para pendengar tidak lagi merasa sendirian menghadapi luka dan tekanan hidup.

Mereka ingin musik bisa menjadi ruang aman untuk mengakui rasa sakit tanpa harus berpura-pura kuat di depan orang lain.

Baca juga: Tri Suaka Kenalkan Album Fisik Perdana setelah 7 Tahun Berkarya di Industri Musik Indonesia

"Kalau ada satu orang saja yang merasa ditemani setelah mendengar lagu-lagu kami, itu sudah lebih dari cukup," kata Arie Axara.

Kehadiran Sementara Itu sekaligus menjadi langkah awal Sembilan Tera memperkenalkan warna musik mereka di industri musik independen Tanah Air.

Dengan tema yang dekat dengan realitas emosional anak muda saat ini, mini album tersebut diharapkan mampu menjangkau pendengar yang mencari karya musik jujur dan penuh makna.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.