Banjir Lepo-Lepo Kendari Akibat Luapan Kali Wanggu Belum Surut, Warga Dapat 200 Paket Sembako
Desi Triana Aswan May 11, 2026 03:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akibat luapan Kali Wanggu belum surut, Senin (11/5/2026).

Ketinggian air masih mencapai dada orang dewasa, sehingga warga masih bertahan dipengungsian.

Di tengah kondisi tersebut, Kepolisian Daerah atau Polda Sultra menyalurkan 200 paket sembako kepada warga terdampak banjir.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan kepada warga di lokasi banjir.

Wakapolda juga meninjau kondisi warga yang mengungsi di masjid menggunakan perahu karet.

Di masjid, tampak dipenuhi spring bed, kasur, dan tikar yang dibentangkan, serta barang-barang milik warga yang diselamatkan dari rumah mereka.

Baca juga: Kali Wanggu Meluap, Banjir Rendam Rumah Warga Lepo-lepo Kendari Sulawesi Tenggara, Belum Ada Bantuan

Selain di masjid, warga juga mengungsi di tenda darurat yang dibangun di samping jalan.

Tercatat sebanyak lima RT terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, yakni RT 03 sebanyak 69 kepala keluarga (KK) atau 224 jiwa.

RT 10 sebanyak 30 KK atau 104 jiwa, RT 12 sebanyak 8 KK atau 40 jiwa, RT 13 sebanyak 12 KK atau 72 jiwa, serta RT 14 sebanyak 34 KK atau 176 jiwa.

Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan selain menyalurkan paket sembako, pihaknya juga mengirimkan tim kesehatan untuk membantu mengecek kesehatan warga di lokasi pengungsian.

Selain itu, distribusi makanan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Untuk kebutuhan air bersih, personel Brimob menyiapkan mobil water treatment yang dapat menghasilkan air layak konsumsi.

“Yang menjadi kendala saat ini adalah penerangan karena listrik di lokasi masih padam. Kami akan mengirim lampu emergency untuk masyarakat,” ujar Brigjen Pol Gidion.

Ia menyampaikan secara keseluruhan, sebanyak 150 personel diterjunkan dalam penanganan banjir di wilayah Kota Kendari.

Namun, pengaturan operasional personel tetap dilakukan agar petugas tidak mengalami kelelahan, karena banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan. (*)

(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.