TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pihak kepolisian kini tengah mendalami tanda kekerasan yang ada pada tubuh mayat pria yang ditemukan di Permandian Air Jatuh Lasolo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Penemuan jasad tersebut terjadi tepatnya di bantaran Sungai Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat.
Korban tersangkut di dahan kayu mati di tengah derasnya guyuran hujan.
Dari hasil autopsi yang sudah dirilis pihak kepolisian pada Senin (11/5/2026) dini hari, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Inilah yang menjadi acuan pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan tindak pidana atas kematian korban.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan pihaknya tengah mendalami dugaan kekerasan terhadap korban berinisial NN.
Pria berusia 42 tahun itu, diduga menjadi korban kekerasan.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pria Asal Lapulu Kendari di Kawasan Permandian Air Jatuh Kendari Barat
“Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan ditemukan adanya indikasi kekerasan terhadap korban NN (44)," tutur AKP Welliwanto Malau.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau keluarga agar memberikan informasi terkait korban pada pihak kepolisian.
"Sehingga kami menghimbau kepada keluarga jika mengetahui informasi sekecil apapun agar disampaikan ke kami,” ungkapnya.
Mendengar pernyataan tersebut, keluarga korban yang berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari menangis.
Adapun dari hasil autopsi, ditemukan tanda kekerasan pada bagian kepala, leher hingga dada.
Usai autopsi, jenazah pun diserahkan pada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.
Di mana itu Permandian Air Jatuh Lasolo ?
Air Terjun Lasolo, wisata alam yang masih tersembunyi di tengah hutan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jaraknya, hanya sekitar 7,5 kilometer atau dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan durasi 15 menit dari Tuga Eks MTQ Kendari.
Wisata ini berada di Kota Lama Kendari, tepatnya di Jl Lasolo, Sanua.
Untuk dapat menikmati wisata alam permandian air terjun ini, pengunjung harus melewati lorong sempit untuk sampai di tempat parkir.
Sebelum melanjutkan perjalanan tracking melalui bebatuan di pinggir sungai kecil hingga sampai ke lokasi air terjun.
Dari gerbang masuk yang berada tak jauh di seberang Rumah Sakit Santa Ana ini.
Diperlukan waktu sekiranya kurang lebih 5 menit dengan kendaraan untuk sampai di tempat parkir yang berjarak kurang lebih 400 meter ini.
Namun untuk kendaraan roda 4 atau mobil, tidak bisa masuk sampai tempat parkir karena jalan masuk.
Hanya cukup untuk kendaraan roda dua, sehingga mobil hanya bisa memarkir di halaman rumah warga dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Sementara dari tempat parkir ke area air terjun, diperlukan waktu kurang lebih 10 menit untuk sampai di lokasi dengan berjalan kaki dan jarak tempuh sekiranya 100 meter.
Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhkan dengan suasana alam yang masih asri, sejuk, dan suara air sungai.
Lokasi inipun menyimpan cerita misteri dari jasad NN yang ditemukan di sekitar air terjun tersebut.
Baca juga: Hasil Autopsi Jasad Pria Ditemukan di Permandian Jalan Lasolo Kendari, Ada Tanda-tanda Kekerasan
Berdasarkan rekaman video yang diterima TribunnewsSultra.com, proses evakuasi dilakukan polisi, TNI, serta dibantu warga setempat.
Mereka mengevakuasi jasad pria tersebut dari arus sungai yang cukup kuat dan berwarna keruh.
Korban saat ditemukan hanya menampakkan bagian pinggang dan kaki di atas permukaan.
Sementara badan hingga kepala korban berada di bawah air dan tersangkut pada dahan kayu mati.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
Personel polisi berada di lokasi untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
“Sedang olah TKP, untuk evakuasi jenazah, kami masih menunggu mobil ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” ujarnya, Minggu (10/5/2026) saat proses olah TKP.
Markas Polsek Kemaraya berada di Jalan Dr Moh Hatta, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat.
Kronologi penemuan mayat pria inisial NN (44) di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Jasad NN ditemukan di Permandian Air Jatuh, Jalan Lasolo, pada Minggu (10/5/2026) sore.
Korban teridentifikasi merupakan warga asal Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, menjelaskan kronologi penemuan jasad tersebut.
Bermula saat tiga orang saksi hendak pergi mandi-mandi di area air jatuh tersebut sekira pukul 15.30 Wita.
“Saat dalam perjalanan menuju lokasi pemandian, ketiga saksi terkejut melihat tubuh seorang pria dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di dahan kayu di aliran sungai,” jelasnya, Minggu (10/5/2026).
Melihat ada mayat, ketiga saksi langsung kembali dan melaporkan temuan tersebut kepada saksi keempat untuk memastikan kondisi korban.
Setelah dipastikan benar adanya mayat, mereka segera melapor ke polisi.
Mendapat laporan warga, aparat dari Polsek Kemaraya melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanua bersama Babinsa dan warga setempat segera menuju lokasi kejadian.
Sekira pukul 16.10 Wita, petugas dibantu warga mengevakuasi jasad NN dari dahan kayu dan membawanya turun dari kawasan perbukitan tersebut.
Iptu Busran menyebutkan pada pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, ditemukan adanya luka fisik pada tubuh korban.
"Adapun korban mengalami luka robek pada bagian jidat sebelah kiri, dan saat ini korban sudah dibawa dan sedang dilakukan visum di RS Bhayangkara untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.
RS Bhayangkara Kendari berada di Jalan Gunung Meluhu No 7, Kecamatan Mandonga.
Pihak Polresta Kota Kendari Sulawesi Tenggara menemukan kekerasan terhadap tubuh korban NN (44) yang ditemukan hanyut di sungai.
Hasil ini berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari pada Minggu (10/5/2026).
Sebelumnya jenazah NN ditemukan hanyut di permandian air jatuh di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat.
Proses autopsi dinyatakan selesai pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 01.23 WITA.
Dari pantauan TribunnewsSultra.com, keluarga korban turut membersamai hingga proses autopsi dinyatakan selesai.
Ibu dari almarhum tak kuasa menahan tangis hingga tak sanggup berdiri setelah mendengar hasil autopsi anaknya NN.
Terlihat sang ibu dibopong oleh keluarga untuk dapat melihat korban setelah menjalani proses autopsi.
Di depan bangunan kompartemen dipadati Tim Buser77, Unitkam Sat intelkam, dan Resmob Polda Sultra.
(*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)