Sempat Hilang 5 Hari, Lansia Desa Kaliwungu Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kebun Tebu
Rendy Nicko May 11, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pencari rumput menemukan sesosok tubuh lansia meninggal di tengah kebun tebu perkebunan eks Pabrik Gula Kunir, Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Senin (11/5/2026).

Warga mengenali sosok lansia itu adalah Salmi (83), nenek sebatang kara yang meninggalkan rumah sejak 5 hari sebelumnya.

Warga sudah melakukan pencarian hingga ke desa-desa sekitar, namun Salmi gagal ditemukan.

“Pagi tadi ada pencari rumput yang curiga ada bau tidak sedap di tengah ladang tebu. Saat dicek, ada sosok jenazah,” jelas Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko.

Baca juga: UPRINTIS Super League 2026, Novita Hardini : Siapkan Bibit Unggul Bidang Futsal di Trenggalek 

Lokasi penemuan tidak jauh dari Tempat Pemakaman Umum Desa Kaliwungu.

Jenazah Salmi tergeletak di dasar sungai kuno era perkebunan Belanda.

Lokasinya dipenuhi semak belukar sehingga menyulitkan petugas untuk mengevakuasinya.

Saat ditemukan, Salmi tidur dengan posisi telentang menggunakan bantal yang dibawa dari rumah.

Menurut warga sekitar, Salmi memang dalam keadaan pikun.

“Lima hari tidak makan, mungkin dia merasa lapar kemudian tidur pakai bantal yang dia bawa,” sambung Tiko.

Salmi pernah menikah namun tidak mempunyai anak, hingga akhirnya hidup sebatang kara.

Selama ini para tetangga yang menjaganya, termasuk mencari saat pergi meninggalkan rumah.

Sebelumnya dia pernah pergi sampai ke wilayah Kecamatan Rejotangan, namun saat itu dia pergi ke kawasan permukiman.

Warga yang menemukannya juga memberi makan, sampai kemudian diumumkan dan ditemukan oleh tetangganya.

Namun kini Salmi pergi ke arah perkebunan tebu yang sangat luas dan sepi, sehingga tidak ada orang yang menemukannya.

“Sudah diumumkan di media sosial dan grup Whatsapp desa, tapi tidak ditemukan. Ternyata perginya ke kebun tebu, pantas saja tidak ada orang yang melihatnya,” ucap Tiko.

Proses evakuasi juga cukup sulit, karena lokasi jenazah di dasar sungai kuno yang penuh belukar.

Seorang warga lebih dulu membabat semak belukar untuk membuat jalan turun, lalu menambatkan tambang.

Tambang ini dipakai turun personel IKF RSUD dr Iskak dan Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung yang akan mengevakuasi.

Baca juga: 18 ASN Pemkot Blitar Cuti Besar untuk Berangkat Haji, BKPSDM Pastikan Pelayanan Tidak Terganggu

Tubuh Salmi lalu dimasukkan dalam kantong jenazah dan ditarik menggunakan tambang tadi, keluar dari sungai.

Selanjutnya jenazah dibawa ke IKF RSUD dr Iskak untuk proses identifikasi dan pemulasaraan.

“Tidak ada tanda kekerasan, jadi meninggal wajar. Dimungkinkan faktor usia dan kelaparan setelah 5 hari hilang,” pungkas Tiko.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.