Bupati Lamandau Ingin Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Bahan Bakar Bernilai Ekonomis
Sri Mariati May 11, 2026 04:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Persoalan sampah rumah tangga yang kian kompleks di Kabupaten Lamandau mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. 

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menilai, pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) dapat menjadi solusi baru bisa diterapkan di Kota Nanga Bulik.

Gagasan itu muncul usai dirinya melakukan kunjungan kerja sekaligus studi pengelolaan sampah berbasis TPST-RDF di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jumat, (8/5/2026) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Rizky didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau. 

Rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang melibatkan kelompok masyarakat setempat.

Menurut Rizky, pola pengelolaan seperti itu menarik karena tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi.

"Dari proses itu, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Ia mengatakan, konsep TPST-RDF bisa menjadi referensi penting bagi Kabupaten Lamandau yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah perkotaan, terutama meningkatnya volume sampah rumah tangga di kawasan Nanga Bulik.

Meski demikian, penerapan sistem tersebut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi faktor utama keberhasilan program.

"Yang terpenting, kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing dapat mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan," tegasnya.

Persoalan lingkungan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, mulai dari penumpukan sampah hingga minimnya sistem pengolahan terpadu.

Rizky optimistis, apabila pemerintah daerah dan masyarakat mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang disiplin dan berkelanjutan

Bahkan, ia menargetkan Lamandau suatu saat mampu meraih penghargaan Adipura.

"Kalau pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan kota, meraih Piala Adipura di masa mendatang bukan hal yang mustahil," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.