TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Wajah Yohanes mendadak tegang saat Tribunjamb.com, memperlihatkan kabar bentrokan berdarah yang terjadi di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/5/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Besar Adonara Jambi itu terdiam sejenak setelah mengetahui bentrokan tersebut menewaskan lima warga. Kekhawatiran Yohanes langsung tertuju kepada keluarganya yang masih tinggal di kampung halaman.
“Anak kakak saya tinggal di sana,” ujarnya lirih kepada Tribun Jambi.
Menurut Yohanes, lokasi bentrokan berada tidak jauh dari desanya. Bahkan, sebagian keluarganya, termasuk keponakan, tinggal di sekitar wilayah itu.
“Lokasi itu di balik gunung dari desa kami. Keponakan saya tinggal di sana,” katanya.
Ia menduga konflik dipicu sengketa tanah, persoalan yang menurutnya kerap terjadi di Adonara. Yohanes menuturkan, konflik serupa bukan hal baru di kampung halamannya. Namun, jika sudah menimbulkan korban jiwa, dampaknya bisa berlangsung panjang hingga lintas generasi.
“Kalau sudah ada korban meninggal, biasanya dendamnya bisa panjang,” ujarnya.
Meski telah lama merantau ke Jambi, Yohanes mengatakan hubungan dengan keluarga di Adonara tetap terjalin erat. Sebagian besar sepupunya hingga kini masih menetap di sana.
“Kalau saudara kandung saya memang sedikit, tapi sepupu banyak tinggal di sana semua,” katanya.
Peristiwa tersebut membuat Yohanes merasa miris sekaligus khawatir. Ia mengakui konflik adat yang berujung kekerasan masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sebagai tokoh masyarakat perantauan asal NTT di Jambi, Yohanes mengaku sering menasihati generasi muda agar menjaga sikap, menghormati adat setempat, dan menghindari konflik.
“Masalah yang besar kita kecilkan, yang kecil kita hilangkan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpancing emosi.
“Jangan membesar-besarkan masalah kecil. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tambahnya.
Yohanes menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 32 kepala keluarga (KK) warga Adonara yang tinggal di Jambi dengan jumlah lebih dari 100 jiwa. Sementara itu, total warga keturunan Nusa Tenggara Timur di Provinsi Jambi diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu orang.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Nyatang Ditemukan dalam Kondisi Lemas Pasca Bentrokan Orang Rimba dengan PT SAL