TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut ada tiga proyek yang bakal dikerjakan untuk pembenahan logistik laut di Jawa Tengah.
Tiga proyek itu meliputi revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Kendal.
Satu proyek lagi berupa pembangunan dry port atau pelabuhan daratan/kering yang berfungsi sebagai tempat bongkar muat dan pergudangan di Kawasan Industripolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang.
Baca juga: CJIBF 2026 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Menawarkan Berbagai Proyek Investasi
Menurut Luthfi, pengerjaan tiga proyek itu sudah mendesak untuk dilakukan. Sebab, logistik laut di Jateng sudah saatnya dibenahi.
"Kami bukan dorong lagi, tapi kami lewat satgas (pembangunan dan revitalisasi pelabuhan) sudah persneling lima (harus dikebut)," ujarnya dalam keterangan tertulis selepas rapat koordinasi Sistem Logistik Berbasis Laut di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).
Luthfi mengungkap, tiga proyek itu mendesak digarap karena selama ini distribusi kontainer industri di Jateng bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Di Jateng, hanya 30 persen saja. Kondisi ini membuat biaya ongkos logistik industri menjadi lebih mahal.
Alasan lainnya, Jateng juga sudah mulai banyak kawasan industri sehingga penyediaan sistem distribusi logistik di pelabuhan harus segera dilakukan.
"Kami ingin mengubah itu, karena nanti banyak kawasan industri banyak tenant-nya (pemilik pabrik), maka kami harus perbaiki pelabuhannya" ucapnya.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu mengatakan, usulan dari Pemprov Jateng untuk segera melakukan pembangunan dry port di Batang dan revitalisasi pelabuhan Tanjung Emas dan pelabuhan Kendal akan segera disampaikan ke pemerintah pusat.
Pihaknya juga akan segera merembug rencana ini dengan Kementerian Perhubungan sebagai lembaga pengelola pelabuhan.
"Minggu depan akan kami tindaklanjuti dengan rapat di Jakarta dengan Kementerian terkait," paparnya selepas mengikuti acara rakor di Kota Semarang.
Ia berencana, proyek perbaikan distribusi logistik laut itu segera dilakukan sehingga tahun ini bisa dilakukan proses konstruksi.
Percepatan itu perlu dilakukan karena investor yang melakukan pembangunan pabrik di Kendal sudah mencapai 100 persen.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di KITB Batang yang mencapai 60 persen.
Baca juga: Bawang Bombai Mini Masuk Pasar, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Bawang Merah Tetap Prioritas Unggulan
"Tanpa logistik port yang mumpuni, hal itu akan menyebabkan kelemahan industri atau investasi di Jateng," terangnya.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, serta Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, turut hadir kepala daerah maupun yang mewakili dari Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, dan Batang. Termasuk juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah. (Iwn)