TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabar baik datang dari gadis remaja berusia 15 tahun yang menjadi korban kekejian pamannya sendiri di Semarang Utara.
Meski sempat mengalami salah penanganan medis di bagian luka bakar yang membuat kondisinya memburuk, kini korban telah dinyatakan pulih dan mulai memberikan keterangan kepada Unit PPA Polrestabes Semarang guna memburu pelaku yang masih buron.
Meski pelaku yang tak lain pamannya sendiri masih dalam pelarian.
Baca juga: Tak Mau Mandi, Gadis di Semarang Disiram Bensin Oleh Paman Lalu Dibakar
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, mengatakan penanganan perkara kini telah dilimpahkan dari Polsek Semarang Utara ke Unit PPA Polrestabes Semarang sekitar dua pekan lalu.
Pihaknya juga telah menjenguk korban di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang saat masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
“Korban sudah dalam rawat pemulihan, sudah pulih dan sudah bisa kami mintai keterangan. Waktu kami tengok memang ada luka di punggung dan tangan.
Karena banyak luka terbuka, kami juga tidak bisa lama-lama di ruang perawatan karena khawatir infeksi,” ungkap Kompol Ni Made Sriniti, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen.
Luka cukup serius terdapat di bagian punggung, tangan hingga siku.
Bahkan, polisi menerima informasi adanya penanganan awal yang kurang tepat sehingga luka di bagian siku korban sempat menjadi lebih dalam.
“Seingat saya sekitar 30 persen luka bakarnya. Terdapat luka terbuka dan sempat ada salah penanganan awal, jadi bagian siku itu agak dalam,” imbuh dia.
Meski demikian, kondisi korban kini berangsur membaik.
Setelah sempat dirawat, korban sudah dipulangkan dan mendapat pendampingan lanjutan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang.
Biaya penanganan medis hingga pemulihan disebut turut dibantu Pemerintah Kota Semarang melalui UPTD PPA.
“Waktu pulang itu juga dibantu penanganan oleh UPTD PPA.
Karena lukanya masih perlu perawatan lanjutan, akhirnya di-handle Pemkot dan dibawa ke Wongsonegoro,” jelas Kompol Ni Made.
Tak hanya luka fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian.
Remaja tersebut disebut mengalami trauma setelah diduga disiram bensin lalu dibakar oleh pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga dekat.
“Kalau infonya memang ada trauma dan syok. Tapi sekarang sudah ditangani tim psikolog UPTD untuk pemulihan psikisnya,” tambah Kompol Ni Made.
Saat ini korban disebut sudah kembali bersama keluarganya.
Polisi memastikan kondisi korban dalam keadaan aman.
Sementara itu, keberadaan pelaku berinisial S (32) hingga kini masih belum diketahui.
Polisi mengaku terus melakukan pencarian terhadap pria yang diduga melarikan diri usai kejadian.
“Pelaku masih dalam pencarian.
Anggota kami masih mencari karena informasinya pelaku kabur,” tegasnya.
Saat itu, korban yang merupakan warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, sedang dititipkan orangtuanya di rumah pamannya, atau pelaku, S (32), di kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, kecamatan yang sama.
Korban disebut tengah duduk di depan rumah ketika pelaku meminta korban mandi.
Baca juga: Duduk Perkara Remaja 15 Tahun asal Semarang Diduga Dibakar Pamannya karena Menolak Disuruh Mandi
Permintaan tersebut ditolak hingga diduga memicu emosi pelaku.
Pelaku kemudian diduga mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, menyiramkannya ke tubuh korban, lalu menyulut api menggunakan korek.
Api langsung membakar tubuh korban hingga warga berdatangan dan berusaha memadamkan kobaran api sebelum korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. (rez)