TRIBUNGAYO.COM - Sosok legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon Koung, kembali mencuri perhatian.
Kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih pemula yang justru membawa “badai popularitas” di dunia hiburan.
Nama Kim Yeon Koung memang tak asing, termasuk bagi publik Indonesia.
Ia dikenal sebagai idola dari bintang voli Tanah Air, Megawati Hangestri.
Setelah resmi pensiun usai membawa Incheon Heungkuk Life Pink Spiders juara Liga Voli Korea musim 2024-2025, Kim langsung menjajal peran baru sebagai pelatih sekaligus figur publik.
Baca juga: Megawati Hangestri Batal Reuni di Liga Voli Korea 2026, Bukilic Gabung Red Sparks Lagi
Tak disangka, langkah barunya ini justru menciptakan fenomena besar.
Program variety show bertajuk Rookie Coach Kim Yeon Koung sukses mencuri perhatian publik Korea Selatan.
Bahkan, acara tersebut disebut-sebut lebih diminati dibandingkan sejumlah drama populer yang tayang di waktu yang sama.
Media Korea, Naver seperti dilansir Tribungayo.com pada Senin (11/5/2026) menyebutkan bahwa acara ini berhasil menduduki peringkat teratas dalam kategori “rating pemirsa 2049” serta tingkat perbincangan (buzz) dua indikator penting dalam industri penyiaran.
“Acara ini menimbulkan sensasi besar dengan menduduki peringkat teratas dalam ‘rating pemirsa 2049’ dan ‘buzz’, metrik kunci yang paling dihargai oleh penyiar dan pengiklan,” tulis Naver.
Kesuksesan ini membuat program tersebut dijuluki sebagai “Raja Hari Minggu”.
Baca juga: Liga Voli Korea 2026: Gagal Bidik Duet Maut Mega-Bukilic, Hyundai Andalkan Hitter Amerika
Padahal, di awal penayangan, banyak pihak meragukan masa depan acara ini.
Apalagi, Rookie Coach Kim Yeon Koung harus bersaing dengan variety show papan atas dan drama populer.
Namun, seperti halnya perjalanan karier Kim Yeon Koung di lapangan, ia kembali membuktikan diri.
Sosok yang juga menjadi inspirasi Megawati Hangestri ini seolah menciptakan “keajaiban kedua” di dunia hiburan.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kombinasi antara kepemimpinan Kim sebagai pelatih pemula dan kisah perjuangan para pemain underdog yang bertarung demi masa depan karier mereka.
Alur cerita yang cepat, emosional, dan penuh tekanan membuat penonton larut dalam setiap episodenya.
Baca juga: Liga Voli Korea 2026: Diisukan Batal Ikut Try Out, Ini Kabar Terbaru Tandem Megawati Vanja Bukilic
“Lebih sinematik daripada sebuah film,” tulis media Korea tersebut menggambarkan dramatisnya perjalanan di acara ini.
Berdasarkan data Nielsen Korea, episode keempat program ini mencatat rating 2,6 persen untuk demografi usia 20–49 tahun, menjadikannya yang tertinggi di antara semua program yang tayang pada hari Minggu.
Secara keseluruhan, rating rumah tangga nasional mencapai 3,9 persen.
Meski sedikit turun dari minggu sebelumnya yang menyentuh 4,7 persen, performa di segmen usia produktif tetap menjadi yang terkuat.
Sebagai perbandingan, drama populer Typhoon Company hanya mencatat 2,4 persen di kategori usia 20-49 tahun, sementara variety show My Ugly Duckling juga berada di bawah capaian tersebut dalam segmen yang sama.
Fenomena ini menegaskan bahwa Kim Yeon Koung tidak hanya sukses sebagai atlet kelas dunia, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi figur hiburan yang berpengaruh.
Sosok yang menjadi idola Megawati Hangestri ini kembali membuktikan bahwa karier gemilang bisa terus berlanjut, bahkan setelah pensiun dari lapangan. (*)