Polrestabes Surabaya Tangkap Pelaku Penusukan Satpam Perumahan di Sukomanunggal Kurang dari 24 Jam
Eko Darmoko May 11, 2026 10:00 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pelaku penusukan terhadap DM (48), satpam perumahan yang tewas dengan enam luka tusuk di sebuah rumah kosong dekat pos tempatnya berjaga di Jalan Sukomanunggal Jaya, Kota Surabaya, Senin (11/5/2026) dini hari.

Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Kompol M Akhyar membenarkan, seorang pelaku berhasil ditangkap, beberapa jam setelah proses olah TKP.

Namun, ia belum dapat mengungkapkan identitas pelakunya karena pelaku sedang diinterogasi oleh Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Iya benar (satu pelaku berhasil ditangkap)," ujarnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Senin (11/5/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Ipda Andrianto, yang menyebutkan kasus tersebut kini diambil alih Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Diambil alih Polrestabes Surabaya. Iya pelaku tertangkap," ujarnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM.

Sementara itu, adik bungsu korban, Ade Deden Febriadi (35) menceritakan, dirinya sempat memperoleh banyak cerita dari teman kerja sesama satpam dari sang kakak dan kakak iparnya atau istri kakaknya.

Bahwa, korban DM (48) sempat ditemui oleh seorang teman pria di pos jaga satpam, beberapa jam sebelum memulai bekerja menjaga perumahan pada shif malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Pembunuhan Satpam Surabaya di Pos Jaga Janggal, Polisi Soroti Hanya Ponsel Korban yang Hilang

Sosok tersebut acap dipanggil Eldi, dikenal bekerja sebagai satpam namun di divisi area tugas yang berbeda dengan korban.

Para teman sesama Satpam sudah kerap kali mengimbau kepada korban selama ini, untuk tidak terlalu akrab berteman dengan sosok Eldi.

Karena sosok Eldi dianggap problematis karena kerap terlibat permasalahan.

Sehingga, demi keamanan, keselamatan dan kebaikannya, korban diimbau tidak terlalu sering berkomunikasi dengan Eldi.

"Sebelum ganti shift itu diajak oleh Eldi, sebelum ganti shift jam 21.00. Di malamnya itu ya, jam 20.00-an."

"Terus habis itu ya kita sudah dibilangin kok sama teman-temannya; ojo gandeng arek iki, arek iki mesti bermasalah. Ojo gandeng karo Eldi," ujarnya saat ditemui SURYAMALANG.COM di RS Bhayangkara Surabaya.

Lalu, korban diajak keluar oleh sosok Eldi, namun entah ke lokasi mana.

Bahkan, teman satpam yang akan diganti shif jaganya oleh korban sempat mengeluh mengenai keberadaan korban.

Pasalnya, korban yang diketahui sudah tiba di lokasi pos jaga satpam perumahan, sebelumnya, mendadak hilang setelah diajak oleh sosok Eldi pergi.

"Ya, kakak saya mau jaga shift malam itu sebelumnya itu sudah diajak keluar."

"Ya, terus hilang itu; temannya itu kok wayahe shift, tapi kok enggak teko-teko gitu loh," katanya.

Nah, Adi Deden menduga kuat bahwa pada momen korban diajak oleh sosok Eldi, nyawa sang kakak dihabisi.

Lalu, jenazahnya diseret hingga ke dalam rumah kosong. Jaraknya dengan pos jaga Satpam sekitar 200 meter. 

Dan, pelaku diduga berusaha menghapus jejak bekas ceceran darah dengan cara membilas menggunakan alat kain pembersih lantai.

"Katanya bapak polisi tadi, kayak bekas darah, dan nemu pel-pelan, tapi masih ada bekasnya."

"Iya diduga dieksekusi di ruangan, lalu dimasukkan ke ruangan itu. Iya kayaknya ada perlawanan," jelasnya.

Namun, Adi Deden belum mengetahui apakah sosok tersebut merupakan pelaku utama atas insiden yang menimpa sang kakak kandung.

Karena, ia belum dapat banyak informasi terbaru dari pihak Kepolisian. Lagi pula, pelakunya juga belum ditangkap.

"Iya, harapannya pelakunya ketemu, terus ya pastinya seperti yang ketemu diproses. Setimpal di dikasih hukum."

"Hukum yang berlaku seperti itu. Saya juga enggak tahu permasalahannya apa sama kakak saya kan enggak tahu," ungkapnya.

Hanya saja, Ade Deden mengatakan, pihaknya agak merasa aneh karena mendadak istri korban memperoleh kabar melalui telepon dari beberapa orang satpam teman kerja sang suami.

Padahal, selama ini, nomor kontak istri korban tidak diketahui oleh teman-teman korban sesama anggota satpam.

"Kok dapat nomor iparnya korban ini dari mana gitu loh. Bukan Polisi."

"Tapi pihak yang telepon kakak iparnya kakak saya itu dari mana gitu loh, kok dapat gitu loh. Kan heran."

"Kan enggak kenal gitu. Kan enggak kenal sama kakak iparnya kakak saya gitu loh."

"Yang ngabari tadi pagi itu lewat telepon kakak iparnya, kakak saya. Oh, saksi tadi," terangnya.

Mengenai dugaan motif, Adi Deden mengaku belum mengetahuinya.

Karena, selain pelaku belum tertangkap. Ia merasa sang kakak juga tidak pernah terlibat permasalahan dengan orang lain.

Ia sempat menduga bahwa sang kakak mungkin menjadi korban kebrutalan para perampok atau perampasan harta benda.

Namun, anehnya, barang korban cuma ponsel bermerek Xiomi saja yang hilang.

Sedangkan, motor, uang dalam dompet, serta barang bawaan korban yang lain, masih terdapat di lokasi pos tempat berjaga.

"Ya, masih ada nompet kakak saya, masih ada ranselnya, masih sepeda motor itu kuncinya masih nyantol."

"Kalau misalkan begal kan, itu kan semua diambil. Enggak mungkin kan handphone, handphone kakak saya loh; Xiaomi Redmi. Kecuali kalau misalkan handphone yang mahal," pungkasnya.

Baca juga: Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan Menu MBG, Pihak SPPG Siap Bertanggung Jawab Penuh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.