Kompetisi Renang Kolam Pendek Berstandar Internasional Siap Digelar, Catat Tanggalnya
Hasiolan Eko P Gultom May 11, 2026 11:38 PM

Kompetisi Renang Kolam Pendek Berstandar Internasional Siap Digelar, Catat Tanggalnya

Rina Ayu Panca Rini/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ajang kompetisi renang kolam pendek (short course) tingkat nasional bertajuk Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) siap digelar pada 4–6 Juni 2026 di Kolam Renang Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK).

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Federasi Akuatik Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dengan dukungan sejumlah pihak industri. Kompetisi ini dirancang untuk menghadirkan standar penyelenggaraan berkelas internasional sekaligus memperluas ruang pembinaan atlet muda nasional.

Inisiator kegiatan, Wisnu Wardhana, menjelaskan kegiatan ini bagian penting dalam membangun jalur pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Baca juga: Renang Sumbang 3 Medali Emas, Ketua Umum PB Akuatik: Kejutan yang Menyenangkan, Menggelegar! 

Tidak hanya sebagai sebuah event pertandingan, tetapi juga sebagai platform pembinaan jangka panjang yang mampu memperkuat regenerasi atlet renang nasional melalui format kompetisi yang rutin dan berkualitas.

Ditambahkan Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo, penyelenggaraan Indonesia Short Course Emerging Series, yang dinilai penting dalam memperkuat sistem pembinaan prestasi olahraga akuatik di Indonesia.

Menurutnya, ajang ini sejalan dengan roadmap pembinaan akuatik Indonesia menuju Olimpiade 2032 serta visi jangka panjang Indonesia Emas 2045. Target Indonesia tidak hanya berpartisipasi di Olimpiade, tetapi juga mampu menembus babak final pada Olimpiade 2032.

“Saya menyambut baik, sangat baik event ini. Ini sangat penting untuk pembinaan prestasi di akuatik. Roadmap itu sudah disetujui, dan semua berusaha menuju ke arah sana,” tambahnya di Akuatik GBK, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Sementara itu, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Pihaknya mendorong kolaborasi antara federasi, penyelenggara, dan sektor industri untuk memperkuat pembinaan olahraga usia muda serta meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional menuju level internasional.

kejuaraan renang kolam pendek Indonesia Short Course Emerging Series
KEJUARAAN RENANG - Konferensi pers kejuaraan renang kolam pendek Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) di Jakarta, Senin (11/5). Ketua penyelenggara Yori Hehanussa, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno, Inisiator kegiatan Wisnu Wardhana, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo, Chandra Asri Group bersama Barito Pacific dan Barito Renewables, yang diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia & Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi.

Diikuti Ratusan Atlet dari Seluruh Indonesia

Ketua penyelenggara Yori Hehanussa menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan ajang short course kelompok umur tingkat nasional pertama di Indonesia. Akan diperlombakan 26 nomor pertandingan, baik perorangan maupun estafet, untuk empat kelompok umur.

Lebih dari 700 perenang dari berbagai perkumpulan di seluruh Indonesia diperkirakan akan ambil bagian dalam ajang ini.

Ide kompetisi ini berangkat dari besarnya potensi cabang olahraga renang dalam ajang multi event, di mana jumlah nomor yang dipertandingkan sangat banyak dan peluang medali terbuka lebar.

Ajang ini diharapkan menjadi ruang bertanding yang lebih konsisten dan kompetitif bagi atlet usia muda untuk meningkatkan kemampuan teknis, pengalaman bertanding, mental kompetisi serta menjadi i bagian dalam jalur pembinaan atlet.

“Kalau di renang umumnya, banyak dikenal nomor jarak panjang, tetapi di negara-negara yang sudah maju di industri akuatik, banyak juga perlombaan short course atau kolam pendek. Dari situ kami mendorong konsep ini menjadi sesuatu yang resmi diperlombakan di Indonesia,” ujar Yori.

BERLATIH - Seorang atlet renang tengah berlatih jelang kompetisi renang kolam pendek (short course) tingkat nasional bertajuk Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES). Kompetisi ini digelar pada 4–6 Juni 2026 di Kolam Renang Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK).

Dukung Pembinaan Berkelanjutan dan Sustainability

Selain fokus pada prestasi olahraga, Indonesia Short Course Emerging Series juga mengusung semangat keberlanjutan. Penyelenggara bersama mitra mendorong pelaksanaan event yang lebih ramah lingkungan melalui efisiensi penggunaan material dan peningkatan kesadaran terhadap jejak karbon.

“Kami melihat potensi besar dari atlet-atlet muda Indonesia, sehingga melalui penyediaan ruang kompetisi, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung agar para atlet dapat berkembang secara optimal,” ujar Chandra Asri Group bersama Barito Pacific dan Barito Renewables, yang diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia & Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi.

Melalui kolaborasi antara federasi, KONI, sektor swasta, komunitas, dan pemangku kepentingan olahraga, kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet renang Indonesia yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan menuju level internasional.

Dorong Renang Masuk Kurikulum Sekolah

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo berharap cabang olahraga renang dapat kembali masuk ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia.

Renang bukan hanya olahraga untuk kebugaran, tetapi juga merupakan keterampilan dasar keselamatan (survival skill) yang penting dimiliki masyarakat. Karena itu, Federasi Akuatik berharap dukungan dari KONI dan pemangku kebijakan pendidikan agar renang dapat kembali menjadi bagian dari kurikulum sekolah.

“Kita harapkan bersama-sama bisa membangkitkan lagi prestasi, dan yang paling penting untuk masyarakat Indonesia, renang itu selain menyehatkan juga survival skill. Dulu tahun 80an dan 90an, renang masih wajib. Itu bisa menjadi cikal bakal prestasi,” ujarnya.

Hal itu diamini juga Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno bahwa renang dan atletik merupakan mother of sport atau dasar dari banyak cabang olahraga lain, sehingga idealnya menjadi bagian wajib dalam pendidikan jasmani di sekolah.

Menurutnya, kebijakan pendidikan yang menekankan pembentukan karakter melalui olahraga juga seharusnya dapat diperluas, tidak hanya pada aspek karakter, tetapi juga pada pengembangan potensi dan bakat atletik sejak usia sekolah.

“Mudah-mudahan ke depan renang bisa menjadi bagian dari kurikulum, karena ini penting untuk pembentukan karakter sekaligus potensi olahraga anak-anak kita,” harap Suwarno.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.